Tava Gṛha (On Going)

Tava Gṛha (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 53
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 9, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Amor Destinado
Slow Burn
Comedia Romántica
Jika kehidupan seorang penyendiri yang sudah lama hidup berdamai dengan kesepian dan keheningan, lalu diusik oleh sebuah riuh, ramai akan sesuatu apa yang mungkin terjadi? Pasti terasa berisik, tidak nyaman, dan aman. Itulah yang dirasakan oleh Akta Bayanaka Graha, sosok pencinta keheningan dan kesendirian dalam menjalani proses kehidupannya. Tiada warna, tiada tantangan hanya hening dan tetap berjalan. Bayanaka terbiasa hidup seperti sebagaimana mestinya, akan tetapi ia keliru satu hal. Keliru kalau hidupnya akan selalu hening nan sepi. Sejak kemunculan Tarika Ayu Gaulan seorang mahasiswi cerewet, dan gila itu menerobos masuk batasan seorang Bayanaka, maka memberikan pengaruh yang benar-benar tidak bisa dihadapi oleh laki-laki itu. Tarika dan Bayanaka sangat berbanding terbalik, mereka sangat bertolak belakang sehingga selalu menciptakan berbagai suasana baru tanpa diduga. Apakah Bayanaka bisa menyingkirkan Tarika? Atau, Tarika yang bisa merubah hidup Bayanaka? Mungkinkah bersatu atau malah berdebu?
Todos los derechos reservados
#116
öm
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mulih (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • EINSTEIN [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • Círculo del Destino
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido