
Yumna lebih suka bicara lewat gambar. Arga, lewat petikan gitar. Di pantai sepi dan perpustakaan sunyi, keduanya menemukan cara memahami dunia-dan satu sama lain. Tapi ketika tekanan keluarga, kecemburuan sahabat, mereka harus memilih: tetap percaya pada diam, atau kehilangan suara satu-satunya yang pernah benar-benar mengerti.Todos os Direitos Reservados