Waktu, Kita dan kenangan

Waktu, Kita dan kenangan

  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Alea Xaviera, seorang siswi baru di bangku kelas 1 SMA, datang dengan hati yang tenang dan harapan sederhana: belajar, berteman, dan menjalani masa putih abu-abu seperti remaja lainnya. Tak disangka, pertemuan pertamanya di kelas justru membuka babak baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sanalah dia bertemu Farhan Zafran Kael - siswa yang dikenal ceria dan mudah akrab dengan siapa pun. Tatapan pertama, percakapan pertama, semua terasa biasa. Tapi seiring waktu, pertemuan-pertemuan kecil di dalam kelas mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih. Di antara tumpukan buku pelajaran, gurauan di sela jam istirahat, dan candaan ringan di bangku sekolah, perlahan-lahan tumbuh sesuatu yang berbeda. Alea, si pendiam yang menyimpan banyak rasa dalam diam, mulai mengenal dunia yang lebih hangat - dunia yang tanpa sadar, perlahan mengubah segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmaraloka
  • Cinta tak terduga dibalik tabligh
  • For You Rara  (Completed)
  • The Boys With Messy hair
  • Untuk farel dari ALEA
  • AKSALEA
  • Hidden in Sight - END
  • Move On,  Atau?

Bagi Alula, wisuda adalah impian yang kini jadi nyata. Bersama sahabat-sahabatnya, ia siap memulai babak baru dalam hidupnya. Masa abu-abu menjadi titik awal perkenalannya dengan banyak hal baru. Di tengah semangatnya, ia bertemu dengan Baswara, kakak kelas yang selalu berhasil memancing emosi Alula. Sikapnya yang ceria dan usil membuat hari-hari Alula diisi warna yang tak pernah ia duga. Baswara adalah sosok yang penuh kejutan-terkadang menjengkelkan, tetapi seringkali membuatnya tersenyum diam-diam. Di antara canda, tawa, dan godaan yang sering membuat Alula mendengus kesal, hubungan mereka perlahan berubah. Di sekolah yang penuh dengan aktivitas, persahabatan, dan ambisi, Alula dan Baswara mulai menemukan bahwa pertemuan mereka adalah awal dari cerita yang tak terduga. Namun, apakah kedekatan mereka hanya sekadar perasaan sesaat, atau ada sesuatu yang lebih dari sekadar senyuman iseng dan tatapan tak sengaja?

More details
WpActionLinkContent Guidelines