setelah kepergian nya

setelah kepergian nya

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 24, 2025
"Setelah Kepergiannya" Setelah kepergiannya, rumah ini tak lagi sama. Dinding yang dulu penuh tawa, kini hanya memantulkan sunyi dan sisa air mata. Ia pergi, tanpa sempat kudekap lebih lama, tanpa sempat kubisikkan, bahwa aku mencintainya sepenuh jiwa. Sejak hari itu, semangatku perlahan padam. Bangun pagi terasa berat, langit pun terlihat lebih kelabu dari biasanya. Aku merasa bersalah... Karena hingga detik ini, belum ada bakti besar yang bisa kubanggakan. Belum sempat kupersembahkan bahagia untuk orang yang paling layak menerimanya. Kepergiannya... mengajarkan bahwa waktu tak pernah menunggu, dan penyesalan adalah teman setia bagi hati yang terlambat mencintai dengan cara yang nyata. Kini aku hanya bisa merindu, pada seseorang yang telah berpindah alam. Tak ada peluk, hanya doa yang bisa kupanjatkan diam-diam. Rindu ini bukan sekadar perasaan, tapi luka yang menetap yang tak bisa sembuh, hanya bisa kudekap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffe Latte
  • Tania
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • My Best Mama
  • 𝐑𝐚𝐡𝐬𝐢𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐑𝐚𝐲𝐪𝐚𝐥 ∆ 𝐂
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • Naskah Yang Tidak Pernah Usai

"Kakaknya mau coba coffe latte nggak, biar nggak ngantuk" wajahnya sekarang berjarak kurang dari 30 centi dariku. "Mana?" Tanpa permisi dia menarik leherku dan menciumku, menyuruhku merasakan coffe latte yang barusan diminum olehnya. Sialan. Kudorong dirinya dan berusaha menjauh darinya. "Ish....kamu ya..." antara shock, kaget atau marah. Dia pria pertama yang merebut ciumanku yang kujaga selama ini demi calon suamiku nanti. Dan dia merebutnya tanpa permisi. "Aku suka sama kakak. Makanya aku berani cium kakak" ujarnya tanpa dosa. Untung perpustakaan tidak ada pengunjung dan di luar gedung pun tidak ada orang lewat. "Mencium seseorang itu harus minta ijin dulu. Lagian kamu itu masih kecil, umur kita beda jauh dan lagi kamu masih sekolah dan..." "Aku nggak peduli apa yang dipikirkan orang lain. Kita menyukai siapa kan hak kita. Kalau aku suka ya aku bilang suka kalau enggak ya aku bilang enggak. Emang kakak nggak suka sama aku?" ucapnya memotong kata-kataku yang ingin menjelaskan kalau apa yang dirasakannya ini salah dan tak mungkin hubungan seperti ini berhasil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines