We Are Destiny (NEW)

We Are Destiny (NEW)

  • WpView
    Reads 2,115
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 17, 2025
🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.
All Rights Reserved
#14
hamidun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AUTO JANDA [ TAMAT ]
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • REGATHAN [END]
  • Annoying Boy & Good Papa
  • DAREN [End]
  • Hate Becomes Love [TAMAT]
  • Interdependencia (Tamat)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • WHEN DESTINED (END)
  • Bukan ZONK!

"Semua bajumu sudah aku kemas. Mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Ibu di bawah sudah menunggumu, baik-baik menghadapnya." Evan menatap datar. "Oke," Timpalku tak kalah datar. "Kamu gak sedih? Aissh, benar-benar kamu Wulan." Ucapnya kesal. Kutarik koper besar lalu ku geret keluar kamar. Sembunyikan wajah sedih, mencoba baik-baik saja agar egoku tak tertoreh. Untuk apa juga aku bertahan, toh cintanya Evan memang bukan diri ini yang sederhana. "Jangan pernah lagi kamu kembali. Dalam amplop ini rasanya sudah sangat cukup untuk menjamin hidupmu beberapa tahun." Tari menatap jijik. Sejak awal pernikahan sikapnya memang seperti itu. Acuh dan sangat tak ramah. Tari sosok ibu yang selalu memanjakan anak semata wayangnya. Apa yang Evan inginkan selalu dia berikan. [ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA✓] [ HARAP MAKLUM BELUM DI REVISI MASIH BANYAK TYPO ] [ PLAGIAT TOLONG MENJAUH BUKAN LAPAK KAMU‼️] ___________________________________________ ‼️ WARNING ‼️ ALUR CERITA 21+ BUAT PEMBACA BIJAKLAH DALAM MEMBACA :) JANGAN LUPA KASIH SUPPORT ]FOLLOW & VOTE BIAR AUTHOR SEMANGAT TERUS UNTUK MENULIS Star ✓ 8 Mei 2023 Finish ✓ 1 Juni 2023 HIGH RANK 🏆 #1 in kocak ✓ 1 Sep 2024 #1 in autojanda ✓ 8 Mei 2023 #1 in menghibur ✓ 10 Mei 2023 #1 in berpisah ✓ 14 Mei 2023 #1 in storyremaja ✓ 23 Mei 2023 #1 in humoris ✓ 26 Juli 2023 #2 in cerita21+ ✓ 11 Mei 2023 #2 in wattpad2023 ✓ 18 Mei 2023 #2 in wattys ✓ 29 Mei 2023 #2 in konflik ✓ 07 Juli 2023 #2 in cerpen ✓ 11 Juni 2023 #3 in rumahtangga ✓ 27 Mei 2023 #4 in percintaan ✓ 26 Agustus 2023 #5 in ceritapendek ✓ 7 Juni 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines