Story cover for WINDOW by Bolakertas
WINDOW
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published May 24, 2025
Mature
Jendela merupakan bingkai potret yang aku abadikan momen tentang dia dan kusimpan di dalam memori tanpa satu pun yang tahu. Kemarin momen kamu tertawa. Hari ini momen ketika kamu ikut bernyanyi bersamanya. Kemudian, esok hari pun dia masih ceria.


Tapi kenapa akhir-akhir ini tidak seperti itu lagi? Kemana hilang semua itu tanpa jejak?


Padahal jarak tiga meter dari tempatku berdiri, disanalah jendela kamar pria itu berada. Walaupun aku bukan temannya, aku yakin dia merupakan salah satu teman terdekat orang itu yang paling ceria. Walaupun ini bukan kamar milikku, aku yakin dia tidak pernah terlihat begitu sedih seperti sekarang. Walaupun sudah sebulan berlalu dia masih terlihat kelam di dalam kamar yang biasanya terdengar tawa dan canda gurau ketika dia berbicara dengan pemilik kamar ini.


Aku sering memperhatikan dia sehingga lupa bahwa sebenarnya kita berdua berada di situasi yang sama, yaitu berdua untuk orang yang sama.





Note:
Seluruh isi karya ini adalah fiksi yang merupakan hasil pemikiran dan imajinasi murni penulis. Apabila ditemukan kesamaan dengan karya lain, hal tersebut semata-mata merupakan suatu kebetulan.
All Rights Reserved
Sign up to add WINDOW to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] by Fratkn
65 parts Ongoing
Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI
You may also like
Slide 1 of 7
Tulisan Sastra✔ cover
Foolish Love (COMPLETED) cover
THE NAMELESS MAN AT MIDNIGHT [TERBIT] cover
IF YOU cover
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] cover
BUNGA KEMBALI cover
REGATHAN [END] cover

Tulisan Sastra✔

31 parts Complete

[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.