We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Narrow Destiny [END]

Narrow Destiny [END]

  • WpView
    Reads 5,124
  • WpVote
    Votes 779
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 28, 2025
WpInfo
Fanfic
Twice
Seventeen
Alternate Universe (AU)
Books and Literature
Jihyo harus bermain cerdik agar projek biro jodoh yang di ajukan oleh Mama dari sahabatnya dapat berhasil. Sementara Mingyu mempunyai insting tajam mampu mengendus persekongkolan diantara mereka. Akankah projek tersebut terus berlanjut? Atau justru gagal; saat permainan takdir turut serta mengiringi dunia yang sempit ini. You can dive into the story! Simak kisahnya sekarang,🫰🏻 [Bahasa: semi baku]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cansu
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Jodoh Luar Biasa
  • MY BROTHER
  • My Partner in Everything
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Takdir Yang Tertulis [End]
Cansu

Judulnya ganti guys. My Tomboy Girl jadi Cansu. ***** "Gimana bisa mama jodohin adik Enzi dengan musuh Enzi?!" pekik pria itu keras saat mengetahui perjodohan adiknya dengan musuh bebuyutannya. "Apa? Musuh?" tanya Cansu bingung. Enzi mengangguk pelan, selama ini Cansu tak mengetahui apapun tentang musuh kakak laki-lakinya itu. Dirinya hanya mengetahui bahwa Enzi memiliki musuh. Itu saja. Namun nyatanya pria yang dijodohkan dengan dirinya adalah musuh Sang kakak. "Maka dari itu kita jodohkan Cansu dengan Arjuna agar kalian berdua berdamai," ucap Janu, papa Arjuna. "Minyak dan air tidak akan pernah bersatu om," balas Enzi lalu menggandeng Cansu dan membawa adik perempuannya pergi dari restoran itu. Yasha dan Nisha menatap kepergian Enzi dan Cansu nanar. Nisha yakin kalau anak laki-lakinya akan menentang keras perjodohan itu. "Perjodohan itu pasti akan terjadi," ucap Angga yakin. Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Janu, sedetik kemudian ia mengangguk pelan. 'Dan pada akhirnya Enzi bakalan tunduk sama gue, gue yakin dia gak bakalan tega kalau adik perempuannya itu gue sakitin,' batin Arjuna sambil tersenyum miring. ***** Hayoo penasaran gak nih? Cus baca, jangan lupa follow dulu!

More details
WpActionLinkContent Guidelines