Biola Putih

Biola Putih

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, May 2, 2026
WpInfo
Fiction
Horror
Ghosts and Hauntings
Creepy Pasta
Creatures and Legends
Musik adalah jiwa yang telah menyatu dalam dirinya. Namun, bisakah sesuatu yang begitu melekat benar-benar dilepaskan? Ini adalah kisah seorang gadis yang mencintai dunia musik, khususnya biola-impian yang selama ini ia dambakan. Sayangnya, kecintaannya itu justru membuat kedua orang tuanya marah dan tidak mendukung langkahnya. Di balik segala penolakan, hadir seorang lelaki yang menjadi penenang sekaligus pelindung bagi dirinya, seseorang yang memiliki hobi yang sama dalam dunia musik. Namun, mampukah lelaki itu tetap berada di sisinya ketika impian sang gadis ditentang oleh keluarganya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PENGHIANATAN CINTA
  • BINAR ANTARIKSA
  • KISAH CINTA PANGERAN DENGAN GADIS BIASA (Dalam Sejarah Putri Duyung)
  • Ramadhan ala Kita
  • Crazy Husband, Crazy Wife (1-19 End).
  • Compulsion Wedding (On-Going)
  • ANDIEN  :  DO YOU WANT ME
  • Beautiful Bridesmaid (1-24 End).
  • Caramu Mencintaiku (Completed)
  • END -jembatan terakhir kita

Zana Kirania adalah gadis polos dan juga baik hati, dia juga gadis yang ceria. Meskipun sedari kecil dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari Ibu kandungnya, dikarenakan Ibunya telah meninggal setelah melahirkannya. Namun dia bersyukur, karena dia bisa merasakan kasih sayang seorang dari Ibu sambungnya. Kiran juga selalu mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari Ayahnya, dan Ayahnya 'lah menjadi sosok pelindung dan penyemangat dalam hidupnya. Dia juga mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kekasihnya, hingga dunianya terasa lengkap dan indah. Hingga di suatu malam, di saat Kiran pulang ke rumahnya. Dia melihat wajah shock Ayahnya, dengan kedua tangan yang terkepal menghadap salah satu kamar yang terbuka. Dengan langkah kecil, Kiran mencoba melihat apa yang membuat Ayahnya terkejut dan juga marah. Namun sebelum dia melihat pandangan di depan matanya, ada sosok tangan yang menghalanginya. Sosok itu adalah Ayah Kiran sendiri, dengan tangan yang besar Ayahnya. Ayahnya mencoba menghalagi pandangan di depan matanya yang nantinya akan membuat sakit buah hatinya. Namun sayang masih ada celah di tangan besar itu, dan membuat pandangan menyakitkan pun terlihat oleh netranya. Dunia Kiran yang dia Kiran indah, hancur seketika. Air mata pun luruh dengan sendirinya, masih dengan memegangi tangan besar Ayahnya. Kiran berusaha mengontrol emosinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines