Story cover for Museum Memoar by tiararidhati
Museum Memoar
  • WpView
    Reads 1,066
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 1,066
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published May 25
Canina Tjahrir, mahasiswi Ilmu Kimia, mendaftar program pertukaran pelajar ke Barcelona karena... ingin belajar sastra, apalagi puisi. Sahabatnya tidak tahu jika ia masih menulis puisi. Menurut mereka, puisi itu bukan karya yang keren. 

Marco Dipoero Prasetya, berakhir mendaftar program pertukaran pelajar karena terdesak. Daripada masuk firma hukum lewat jalur titipan ayah, hina sekali. Sebagai mahasiswa Ilmu Hukum, Marco punya prinsip! Dan siapa sangka jalur yang Marco pilih mengantarkannya kembali pada Canina, perempuan yang pernah mengirimkannya surat cinta di SMA. 

Bersama empat orang lain, mereka mencoba membuat peraturan bertahan hidup: menavigasi keterbatasan bahasa, jam makan yang mundur tiba-tiba, budaya kencan yang gila, keraguan ini halal atau tidak, dan begadang setiap malam demi ratusan lembar kertas yang harus dibaca. Di antara semua kekacauan yang terjadi, di tanah Gaudi, mereka mendapatkan keberanian baru: untuk menyatakan cinta!

© 2025, 25th May, Museum Memoar by Tiara Ridhati. 
All Rights Reserved.
All Rights Reserved
Sign up to add Museum Memoar to your library and receive updates
or
#318dewasamuda
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Baby Aira cover
Garis Samar [SELESAI]  cover
DAMIAN cover
TWINS cover
Selir Tuan Wiratmodjo cover
Seduce The Goodboy [END] cover
Living With My Ex cover
Undisclosed [END] cover
WEDDING VOWS cover
Be Your Girl cover

Baby Aira

41 parts Complete

FOLLOW DULU SEBELUM BACA 🥰 Di bawah langit malam yang sepi, seorang balita kecil menatap bulan dengan mata basah. Wajah putihnya tertutupi debu jalanan, mata jernihnya menatap cahaya rembulan. . "Aila nda minta di lahilkan..." bisiknya lirih. . "Aila ingin punya olang tua... tenapa hanya Aila yang nda punya olang tua..." ______ Hanya suara hati yang terdengar, tenggelam di antara dinginnya malam dan bintang yang bertaburan. . Ketika sebuah bintang jatuh melintasi langit, Aila menutup mata kecilnya rapat-rapat. . Mungkinkah harapannya terkabul-mendapatkan sebuah pelukan hangat dan sepasang orang tua yang bisa menyebut namanya? . Atau justru takdir kembali menguji balita kecil itu dengan kesepian yang lebih dalam?