My Graffiti, Sire

My Graffiti, Sire

  • WpView
    Reads 606
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing2h 41m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 18, 2025
Tubuhku selalu dalam keadaan kedinginan jika berada di Fenchurch, sebuah jalan yang cukup historis di sisi timur kota London. Sprektrum warna langit dan terkadang pelangi yang membentang di luasnya cakrawala menjadi penemanku. Dapat kupastikan, tujuanku ke sana hanya untuk mencari kedua raga tak bertanggung jawab, menyusuri setiap wajah, sampai akhirnya perjalananku tidak lagi sendirian. Seolah itu keadilan alam, aku bertumpu penuh padanya, ratu kecantikanku. Namun, perlahan perjalanan ini digerogoti waktu. Hingga mereka yang baru saja kuanggap putaran kewarasanku--yang membuat warna duniaku lebih jelas itu... terasa tak pernah sejauh ini. "Setiap orang layak bahagia, termasuk kau," Dia bilang begitu. "Jika tidak?" Aku menyahut dengan rahang yang mengeras. "Bahagiamu di ketenangan putih yang diciptakan Tuhan." Dan saat itu, aku tak percaya. Tidak pada Tuhan, tidak pada penanggung jawab rasa sakit. Akankah kalian membantuku? Aku Gray Robbin. --DONT TOLERATE PLAGIARISM!-- ©belliotte ©Mei2025
All Rights Reserved
#49
wattpad2025
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shanarqie
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Untitled Dream
  •  Sangue Trovato | complete
  • loveholic
  • Asmaraloka Saptakāla
  • JULIA  (Proses Revisi)
  • DARICK FEBIAN | SLOW UPDATE
  • C | ASYTAR'S PRIORITY: HAZRIEL ASYTAR
  • Aurorabilia
Shanarqie

"Mohon maaf. Saya tidak bersedia untuk pacaran. Saya bukan lagi anak SMA yang bertahun-tahun pacaran and end up with nothing. Jika kamu sungguh mencintai saya, Lamar saya kepada orang tua saya" Jangan tertipu. Itu bukanlah kalimat permintaan. Tapi merupakan kalimat Penolakan. Firla Ishana Saphira, calon dokter itu selalu menggunakan kalimat tersebut untuk menolak pria yang menyatakan cinta kepada dirinya. Beberapa pria yg telah mendengar kalimat ini sebelumnya akan langsung menghilang begitu saja. 25 diantaranya nekat melamar kepada orang tua shana. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yg berprofesi sebagai pengusaha, pegawai BUMN, dokter spesialis, perwira dari angkatan darat, udara, kepolisian. Sayangnya, orang tua Shana menolak lamaran mereka semua. Alasannya? Tidak ada yg tau. Tapi Shana akan melonjak berseru kegirangan tiap kali orang tua nya menolak pria yg melamar dirinya. Dia bisa lepas dari jeratan pria melalui tangan orang tuanya tanpa harus merasa bersalah dengan pria tersebut. Ya, Shana tidak butuh pria. Siapa yg butuh kalau dia sudah sangat bahagia dengan hidup yg dijalani nya saat ini? Bagi Shana, berurusan dengan pria hanya akan membawa penderitaan. Love is Bullshit, prinsip itu yg membuat Shana menjadi wanita yang berhati dingin dan sangat menghindari ikatan percintaan. Tidak ada yg menyangka bahwa sikap Shana sehari-hari yg sangat ramah, hangat dan welcome dengan setiap pria yang mencoba mendekatinya akan sangat berbanding terbalik dengan hatinya yg membeku dan tak dapat disentuh laki-laki manapun layaknya Kutub Selatan. Begitulah Shana, baginya 'No love, no problem'. Hingga beberapa pria tampan, Perwira dari Akademi Kepolisian, masuk ke dalam kehidupan Shana dan mulai menimbulkan banyak kekacauan pada kehidupan damai yang selama ini selalu dijaga oleh Shana. Adakah yg mampu menembus pertahanan Shana? Bagaimana caranya menaklukkan dinginnya Kutub Selatan yang nampak bagai Gurun Sahara? Based on true story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines