We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
∫ (1/heart) dx = YOU

∫ (1/heart) dx = YOU

  • WpView
    Reads 542
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ella cuma ingin menang DEKMA untuk kabur kuliah ke luar negeri. Makanya, dia mencari sosok jenius Matematika Toxic yang viral di media sosial untuk membantunya dalam soal cerita matematika, tapi dia malah berakhir pada Lingga, siswa gak niat, langganan dijemur, dan suka menghitung integral uang jajannya supaya tidak boncos. Ketika dua remaja dengan dunia yang bertolak belakang itu distukan dalam tim lomba debat nasional, yang terjadi bukan cuma duel logika, tapi juga pergulatan jati diri, luka keluarga, dan skandal akademik. Di tengah kalkulasi skor dan tekanan ekspektasi, Ella dan Lingga mulai belajar makna dari kabur yang sebenarnya. Bisakah mereka menang atau mereka memilih jalan kabur berbeda?
All Rights Reserved
#2
matematika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Les Quatre Gila: Jenius Barbar di Perancis
  • VANILLABLUE
  • Hilang di Antara Nilai
  • HULU DAN HILIR
  • Infinity [TERBIT]
  • Crossroads
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Filantropi [SELESAI]
  • Karena Katrina

Empat cewek umur 13 tahun-Intan, Venisya, Cemara, dan Caty-dari Indonesia, tiba-tiba ngegas jadi perwakilan lomba matematika antar provinsi, terus antar negara, dan... BOOM! Mereka menang semuanya. Langsung dikirim ke Perancis buat sekolah elit internasional: École de Brillance-tempat anak-anak super jenius dari seluruh dunia ngumpul. Tapi jangan salah, meskipun otak mereka encer, kelakuan tetap auto barbar. Di balik rapot penuh A, mereka hobi gibahin guru pakai Bahasa Indonesia, balapan ngelawak pas pelajaran, dan ngerusuh bareng empat cowok Indo umur 14 tahun yang juga dikirim ke sana karena sama-sama pinter tapi kelakuan... ya gitu deh, jamet + jenius.Belajar kalkulus pagi, roasting guru siang, latihan debat malam-semua dilakoni sambil pake gaya lo-gue dan bahasa campur aduk: Perancis, Inggris, Indonesia. Dan jangan kaget kalau mereka ngibulin bule-bule di sekolah cuma biar dapet jatah croissant lebih banyak. Nggak ada cinta-cintaan, cuma persahabatan absurd, strategi jenius, dan kekacauan internasional yang siap bikin lo ngakak sekaligus kagum. Karena jadi jenius... nggak harus jaim.

More details
WpActionLinkContent Guidelines