WATERCOLOR

WATERCOLOR

  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jun 3, 2025
Bayangan tentang kehidupan yang manis, segala hal yang selama ini kupikir akan selalu baik-baik saja mendadak runtuh hanya dalam satu hari. Waktu terus berjalan, detik demi detik melaju tanpa ampun, sementara aku... seolah tertinggal jauh di belakang, terjebak dalam diam, di antara luka yang tak sempat kusembuhkan. Hari itu, aku tahu... hidupku tak lagi sama. Rahasia demi rahasia tentang masa lalu perlahan terbuka, tentang ayahku. Tentang ibuku. Tentang sesuatu yang selama ini disembunyikan dariku, dibungkus rapi oleh keheningan dan kebohongan yang nyaris kutelan mentah-mentah sejak kecil. Dan yang lebih tak masuk akal... aku kembali ke masa lalu.... ke saat ketika ayah dan ibuku pertama kali bertemu. Aku menyaksikan sendiri kisah yang dulu hanya bisa kudengar dari potongan cerita samar. Di tengah kekacauan itu... aku bertemu seseorang. Seseorang yang tak pernah kuduga akan mengubah hidupku di masa sekarang dan mungkin... masa depanku juga.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#807
sunyi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lonely Tomorrow
  • Unbroken Flower
  • Raya : The Girl Who Hides a Thousand Secrets ✔
  • Full Of Scratches
  • Brave Alone
  • Salsabila🌻
  • ETERNAL NEXUS (EN-BABY)
  • My Duchess / End

Kala sinar sang surya kembali menampakan dirinya setelah bersembunyi lama di balik ribuan awan di langit abu-abu. Kini ia kembali menampakan sinarnya yang menyorot langsung ke wajahku yang sedang tertidur. Aku membuka kedua mataku perlahan dan kulihat sinar sang surya sangat terang hingga membuatku merasa silau. "Tidurmu nyenyak?" Suara yang terdengar berat dan lembut itu menyadarkanku. Singkat aku mengerjap guna memulihkan kembali pandanganku yang sempat memburam. Kemudian samar-samar senyuman terukir tipis di wajahku tatkala sudah kulihat jelas wajahnya yang sedang duduk di depanku, tengah memandangku dengan senyum manis nan tampannya. Memiliki kulit putih bersih, rambut hitam lebat, alis tebal, dan mata cokelat indahnya... itulah dia. Kami saling melempar senyum serta saling menatap lekat satu sama lain. Hanya ada kami di sini, di kelas yang kosong pun sunyi. Sunyi yang menenangkan sebab hanya ada kita berdua di dalamnya. Namun, ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah dan seolah tampak sangat nyata. Kau ada di sini, tepat di depanku, memberikan senyum manismu padaku, tapi aku tak dapat menyentuhmu. Kau tampak nyata padahal sebenarnya kau hanyalah ilusi semata seperti sebuah lukisan indah di dalam air yang jika disentuh dengan seujung jari maka hilanglah sudah lukisan indah itu. Lenyap, tak tersisa. Kau bagai embun yang hanya muncul sesaat di pagi hari lalu menghilang saat matahari menyinari bumi. Begitulah dirimu. Setiap mengingat momen-momen indah bersamamu saat masa remaja, membuatku selalu merasa seperti kembali ke masa itu. Di masa kita saling mengenal dan melakukan banyak hal bersama. Aku ingin kembali ke masa itu dan kembali mengingatmu. Ya dirimu, yang entah kapan akan kembali. [ cover by : Pinterest ]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan