We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Raga penuh rapuh (END)

Raga penuh rapuh (END)

  • WpView
    Reads 5,257
  • WpVote
    Votes 512
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Sat, May 23, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Family Life
Mental Health and Neurodiverse
Peran orang tua terasa sangat asing bagi Javian, dari kecil ia di rawat oleh nenek dan kakek nya. Ia tidak tahu rasa nya foto bersama orang tua, di beri nasihat atau arahan dari seorang ayah, dan juga tidak tahu rasa nya merasakan rasa kasih sayang dan kehangatan seorang ibu. Sehingga di saat umur nya beranjak 16 tahun, Ia memutuskan untuk tinggal sendiri , karena ia tidak mau nenek dan kakek nya kerepotan karena nya. Javian tumbuh dengan kehilangan arah, tidak tahu bagaimana nya peran dan kehangatan seorang keluarga. Sehingga di umur 18 tahun, kebenaran baru saja terungkap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Choose Family
  • BAHAGIA?
  • Miss irene
  • Menjemput pulang || Enhypen Local Story END
  • My Lovely Soulmate (Jung Family ft. Beomgyu)
  • Unwanted Sibling | JAY JUNGWON

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines