Setelah terbebas dari penjara, Arkananta memutuskan untuk tidak terjun ke dalam dunia politik dan memilih menjadi seorang dosen. Sementara itu, beberapa rekan-rekannya dari gerakan perlawanan memilih untuk memasuki dunia politik dengan dalih ingin mewakili cita-cita pendiri bangsa dan mewujudkan perubahan yang diinginkan oleh rakyat. Namun, keputusan tersebut menuntun mereka ke dalam pusaran politik yang gelap dan penuh korupsi. Seiring waktu berjalan, beberapa tokoh senior politik mulai terlibat dalam praktik korupsi dan tunduk pada kekuasaan oligarki. Mereka menjalin kemitraan dengan para pengusaha dan bahkan pihak asing untuk memperkaya diri mereka sendiri dan mengeskplorasi kekayaan alam Arkadia secara tamak. Arkananta, sebagai seorang dosen, menyaksikan sendiri perubahan politik yang terjadi di Arkadia. Ia menjadi semakin prihatin dengan arah yang diambil oleh beberapa rekan-rekannya yang kini berada dalam lingkaran politik. Meskipun ia tidak lagi aktif dalam gerakan perlawanan, semangatnya untuk keadilan dan perubahan yang hakiki tetap membara. Dalam Bab 2 ini, kita akan menyaksikan bagaimana beberapa tokoh senior politik yang dulu berjuang bersama-sama dengan Arkananta dan rekan-rekannya sekarang terjerat dalam ambisi pribadi dan korupsi. Arkananta harus memilih antara tetap menjaga jarak dari politik dan fokus pada perannya sebagai seorang dosen, atau kembali berjuang melawan korupsi dan kekuasaan oligarki yang merajalela di Arkadia. Tetapi, semakin dalam ia terlibat dalam mengungkap kenyataan gelap di balik politik Arkadia, semakin besar pula risiko yang harus ia hadapi. Bagaimana Arkananta akan menghadapi dilema ini? Dan apa yang akan terjadi pada Arkadia jika korupsi dan tamak kuasa semakin merajalela? Saksikan kelanjutan kisah pemberontakan dan petualangan Arkananta dalam "Arkadia's Revival" hanya di Wattpad.
More details