Sinar Matahari Dan Air Hujan

Sinar Matahari Dan Air Hujan

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 27, 2025
Di sebuah rumah sederhana di pinggir kota, tinggal keluarga yang sering disebut tetangga sebagai "rumah penuh tawa"-meski sebenarnya tak semua tawa terdengar lantang. Emak, sosok ibu penuh kasih, selalu memastikan setiap pagi dimulai dengan sarapan hangat dan pelukan. Abah, pria pendiam dengan mata tajam tapi penuh perhatian dalam diam, selalu bangun lebih pagi, duduk di teras dengan secangkir kopi, mengamati langit. Firhan, anak sulung, adalah tipe pria yang serius. Pekerja keras, pemikir, dan sama sekali tak tertarik dengan urusan asmara. Buatnya, cinta hanyalah gangguan yang bisa melemahkan fokus. Jayfar, si anak tengah, berbeda jauh. Meski tak genit, dia punya hati yang lembut dan rasa ingin tahu yang besar. Ia suka memperhatikan orang dari jauh, mencoba menebak isi pikiran mereka-terutama gadis yang ia lihat di rooftop rumah sakit waktu itu . Gadis itu sendiri, duduk menatap langit dengan menulis sesuatu di buku kecilnya. Dingin. Misterius. Tapi entah kenapa, Jayfar merasa... ingin mengenalnya lebih dalam. Lalu Aishyee, si bungsu. Ceria, penuh energi, dan kadang terlalu percaya pada orang asing. Suatu sore, saat pulang dari tempat les, ia hampir diseret oleh dua pria tak dikenal ke dalam mobil. Tapi sebelum segalanya menjadi buruk, seorang cowok muncul-tinggi, mengenakan hoodie abu-abu, dan dengan tenang menghadapi para preman. Aishyee hanya sempat melihat matanya-tenang tapi menyimpan sesuatu. Cowok itu menghilang begitu saja setelah memastikan dia aman. Sejak hari itu, Aishyee tak bisa berhenti berpikir. Siapa dia? Kenapa muncul di saat yang begitu tepat? Di balik keharmonisan keluarga itu, ada cerita yang mulai tumbuh diam-diam. Tentang hati yang mencari, tentang rasa yang tumbuh tanpa rencana.
All Rights Reserved
#161
romen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • THE CLIMB [Completed]
  • NOESIS [END]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • [END] Hamil Dengan Jenderal Perang Gila Yang Menyebrang.
  • As Possible
  • cinta dingin sang ketos
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Love Is You (Tamat)

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines