Di sebuah rumah sederhana di pinggir kota, tinggal keluarga yang sering disebut tetangga sebagai "rumah penuh tawa"-meski sebenarnya tak semua tawa terdengar lantang. Emak, sosok ibu penuh kasih, selalu memastikan setiap pagi dimulai dengan sarapan hangat dan pelukan. Abah, pria pendiam dengan mata tajam tapi penuh perhatian dalam diam, selalu bangun lebih pagi, duduk di teras dengan secangkir kopi, mengamati langit.
Firhan, anak sulung, adalah tipe pria yang serius. Pekerja keras, pemikir, dan sama sekali tak tertarik dengan urusan asmara. Buatnya, cinta hanyalah gangguan yang bisa melemahkan fokus.
Jayfar, si anak tengah, berbeda jauh. Meski tak genit, dia punya hati yang lembut dan rasa ingin tahu yang besar. Ia suka memperhatikan orang dari jauh, mencoba menebak isi pikiran mereka-terutama gadis yang ia lihat di rooftop rumah sakit waktu itu . Gadis itu sendiri, duduk menatap langit dengan menulis sesuatu di buku kecilnya. Dingin. Misterius. Tapi entah kenapa, Jayfar merasa... ingin mengenalnya lebih dalam.
Lalu Aishyee, si bungsu. Ceria, penuh energi, dan kadang terlalu percaya pada orang asing. Suatu sore, saat pulang dari tempat les, ia hampir diseret oleh dua pria tak dikenal ke dalam mobil. Tapi sebelum segalanya menjadi buruk, seorang cowok muncul-tinggi, mengenakan hoodie abu-abu, dan dengan tenang menghadapi para preman. Aishyee hanya sempat melihat matanya-tenang tapi menyimpan sesuatu. Cowok itu menghilang begitu saja setelah memastikan dia aman.
Sejak hari itu, Aishyee tak bisa berhenti berpikir. Siapa dia? Kenapa muncul di saat yang begitu tepat?
Di balik keharmonisan keluarga itu, ada cerita yang mulai tumbuh diam-diam. Tentang hati yang mencari, tentang rasa yang tumbuh tanpa rencana.
All Rights Reserved