Nagisa
  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 80
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
Selama dua puluh lima tahun, Lestari Hartono hidup dalam bayang-bayang kehilangan putrinya, Nagisa, yang lenyap tanpa jejak. Di ambang usianya yang ke-61, Lestari memutuskan untuk melarikan diri dari kehidupan nyamannya, bukan untuk menyerah, tetapi untuk memulai sebuah ziarah putus asa ke masa lalu-kembali ke jalanan tempat Nagisa terakhir terlihat. Berbekal kepingan memori yang menyakitkan dan tekad seorang ibu yang tak tergoyahkan, ia memulai penyelidikan pribadinya. Namun, semakin dalam ia menggali, semakin ia tersadar bahwa bahaya yang sama yang merenggut Nagisa mungkin masih mengintai, dan kebenaran yang tersembunyi bisa jadi jauh lebih mengerikan daripada mimpi terburuknya. Akankah pencarian ini memberinya kedamaian, atau justru membawanya ke dalam kegelapan yang lebih pekat? Fiksi. Cerita akan tamat sampai epilog dalam seminggu.
All Rights Reserved
#682
plottwist
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Dalam Diam [SELESAI✓]
  • Cinta Terlarang Seorang Guru
  • Orchid of Retribution
  • Sudut Luka Nazea
  • Air Mata Nayla (TAMAT)
  • Detective Vina

"Terkadang, kebenaran tidak hanya terkubur-ia dikunci, ditenggelamkan, dan dibungkam oleh mereka yang paling kau percayai." Nara tidak pernah lupa malam ketika saudara kembarnya, Nila, hilang secara misterius sepuluh tahun lalu. Kasusnya ditutup sebagai kecelakaan, tapi Nara tahu, ada sesuatu yang tidak beres. Kini, di tahun terakhir sekolahnya, Nara menerima surat anonim yang mengungkit luka lama: Nila tidak hilang. Dia diambil. Ketika murid-murid di sekolahnya mulai menghilang satu per satu, Nara menyadari semuanya saling berkaitan. Dengan kecerdasannya, ia mulai menyelidiki, menyusuri lorong rahasia, membaca catatan tersembunyi, dan mendobrak kebohongan yang membentuk hidupnya. Tapi semakin dekat ia dengan kebenaran, semakin besar risikonya-dan semakin ia bertanya-tanya, apakah ia siap menghadapi siapa sebenarnya pelakunya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines