LD + PB + (K × 2) = R

LD + PB + (K × 2) = R

  • WpView
    Leituras 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mai 26, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Tara Qalista, siswi kelas 10 Tata Busana, nggak pernah nyangka kalau latihan MOS dan pandangan iseng ke lapangan basket bakal bikin dia deg-degan tiap hari. Bukan cuma soal cowok berbaju putih yang misterius, tapi juga rasa penasaran tentang temannya yang berbaju hitam. Di tengah pelajaran sejarah yang bikin ngantuk, dan seblak kantin yang selalu jadi penyelamat, Tara mulai merangkai perasaan baru yang belum pernah ia jahit sebelumnya. Karena kadang, cinta pertama datang dari pola yang paling sederhana.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Salah Sangka,Salah rasa!
  • Mak Comblang Kena Batunya
  • Just another High school Story [Completed]
  • 36 days with you {saida} [End]
  • SOMETHING IN THE RAIN
  • Gendut!
  • Three Targeted Girls!!
  • Nyala dan Arus
  • Cinta Itu Kayak Skripsi - Kalau Nggak Dicicil, Nggak Kelar-Kelar!

Anindya Putri, siswi kelas 12 yang tenang dan suka mengamati dari jauh, diam-diam menyukai Yuda-teman sekelas cowok populer bernama Naufal. Yuda bukan siapa-siapa di sekolah: tidak keren, tidak aktif, tapi justru itulah yang membuat Anin merasa nyaman memandanginya. Sementara itu, Naufal-anak basket yang digilai banyak perempuan-mulai memperhatikan Anin karena merasa gadis itu sering menatap ke arahnya. Ia salah sangka, dan mulai berharap. Di sisi lain, Icha, sahabat Anindya, justru memendam rasa pada Naufal dalam diam. Tapi karena melihat Naufal mulai dekat dengan Anin, Icha memilih mundur dan menyimpan rasa itu sendiri. Empat hati. Empat arah rasa. Dan segalanya dimulai dari sebuah tatapan yang keliru. Ini bukan sekadar cerita cinta di sekolah. Ini tentang kesalahpahaman, keberanian untuk jujur, dan belajar menerima bahwa cinta pertama tak selalu berjalan lurus. Tapi mungkin... justru dari salah paham itu, seseorang bisa menemukan hati yang benar-benar tulus.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo