CRUSH ON TEACHERS

CRUSH ON TEACHERS

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2026
Dewangga Arjuna, guru muda berusia 21 tahun, tampan dan sabar, menjadi idola baru di SMA tempat ia mengajar. Di balik sikap tenangnya, ia terjebak dalam hubungan toxic dengan pacarnya yang manipulatif, Anindira. Sementara itu, Shira Nayla, siswi ceria dan perhatian berusia 17 tahun, mulai menaruh hati pada Dewangga. Kepeduliannya perlahan membuka hati Dewangga yang lelah. Namun kedekatan mereka menarik perhatian Reyhan-kakak Shira yang protektif-yang mulai curiga dan bertekad menjaga adiknya dari bahaya. Di antara cinta, luka, dan batasan, mereka semua dihadapkan pada pilihan yang tak mudah.
All Rights Reserved
#36
gurumuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Would You? (BTS GS) END
  • Kumpulan One-Shoot Taekook
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Excellent
  • Oneshot
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • I Love Sir Kim

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines