Under the Sin

Under the Sin

  • WpView
    Reads 404,241
  • WpVote
    Votes 22,345
  • WpPart
    Parts 67
WpMetadataReadComplete Tue, May 19, 2026
Orang gila mana yang jatuh cinta pada adiknya sendiri? Siapa lagi kalau bukan Pradja Pambudi. Dan satu-satunya cara bagi Pra untuk menjaga kewarasannya adalah menjauh dari Ran Rahayu. Bertahun-tahun Pra hidup dalam pelarian, tetapi Ran yang kini sudah lebih dewasa, justru kembali mengusik hidupnya. Permintaan orang tuanya agar Ran tinggal di apartemennya menjadi awal dari badai yang coba ia hindari. Dan Pra jelas tak bisa menolak. Dalam satu atap yang sama, Pra mati-matian melawan godaan yang tak lagi bisa diabaikan. Ran Rahayu dalam versi perempuan dewasa membuat semuanya semakin sulit. Lantas, bagaimana cara Pra melindungi Ran ... dari dirinya sendiri?
All Rights Reserved
#918
forbiddenlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines