Sunyi Bernama Aku

Sunyi Bernama Aku

  • WpView
    Membaca 68
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 31, 2025
Ada luka yang tidak berdarah, tapi mengalir setiap malam. Ada suara yang tidak pernah diteriakkan, tapi menggema di kepala. Dan ada aku yang tak pernah sepenuhnya hadir, tapi juga tak pernah benar-benar hilang. Jika kamu bertanya siapa aku, aku pun tak yakin bisa menjawab. Tapi jika kamu duduk cukup lama dalam diam, mungkin kamu akan mendengarku. Ini bukan cerita tentang siapa yang paling tersakiti. Ini kisah tentang suara-suara kecil yang tak pernah diminta untuk didengar. Tentang seorang anak yang tumbuh di dalam reruntuhan, lalu menjahit dirinya sendiri dengan kenangan. Satu per satu bab akan mengajakmu masuk, bukan hanya ke hidupku... tapi ke dalam sunyi yang mungkin diam-diam, juga pernah tinggal dalam dirimu. Karena ada rasa yang tidak bisa dijelaskan. Hanya bisa dirasakan. Dan mungkin, kamu akan mengerti-bahwa sunyi pun punya nama. Dan kali ini, namanya... aku. - Selene Lunaria Isabelle
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#633
emotional
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • jangan percaya seseorang
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • AMERTA : The Last Embrace
  • psychologycal
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Saat mimpi, menjadi rumah. (END & TERBIT)
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti

Fiko hanya ingin bebas. Bebas memilih jalan hidupnya, bebas bermimpi, bebas bernapas tanpa harus terus mengecewakan. Tapi hidup tak pernah memberi ruang padanya. Hari-harinya diisi oleh tuntutan, penolakan, dan suara-suara yang tak memberinya tempat untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, tak ada yang tahu... bahwa di dalam kepalanya, ada dua suara yang terus bertarung: dirinya yang lemah, penuh cinta dan luka, dan satu suara lain yang lebih kelam, lebih tegas-Bayangannya. Bayangan itu bukan musuh, tapi perisai. Satu-satunya yang berdiri saat semua orang membiarkannya jatuh. Dan ketika dunia tetap tak mendengarkan... Fiko memilih pergi-meninggalkan luka yang tak pernah mereka lihat, dan penyesalan yang tak akan pernah sembuh. Ini adalah kisah tentang keheningan yang terlalu bising, cinta yang tidak dipahami, dan suara-suara di dalam kepala yang menjadi satu-satunya saksi penderitaan. Ini adalah kisah seorang anak yang tak pernah dimengerti... sampai akhirnya dia memilih diam yang abadi-menghilang untuk selama lamanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan