Sunyi Bernama Aku

Sunyi Bernama Aku

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 31, 2025
Ada luka yang tidak berdarah, tapi mengalir setiap malam. Ada suara yang tidak pernah diteriakkan, tapi menggema di kepala. Dan ada aku yang tak pernah sepenuhnya hadir, tapi juga tak pernah benar-benar hilang. Jika kamu bertanya siapa aku, aku pun tak yakin bisa menjawab. Tapi jika kamu duduk cukup lama dalam diam, mungkin kamu akan mendengarku. Ini bukan cerita tentang siapa yang paling tersakiti. Ini kisah tentang suara-suara kecil yang tak pernah diminta untuk didengar. Tentang seorang anak yang tumbuh di dalam reruntuhan, lalu menjahit dirinya sendiri dengan kenangan. Satu per satu bab akan mengajakmu masuk, bukan hanya ke hidupku... tapi ke dalam sunyi yang mungkin diam-diam, juga pernah tinggal dalam dirimu. Karena ada rasa yang tidak bisa dijelaskan. Hanya bisa dirasakan. Dan mungkin, kamu akan mengerti-bahwa sunyi pun punya nama. Dan kali ini, namanya... aku. - Selene Lunaria Isabelle
All Rights Reserved
#354
emotional
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tidak ada yang pernah mendengar teriakku
  • Saat mimpi, menjadi rumah. (END & TERBIT)
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • AMERTA : The Last Embrace
  • The Bleeding Lady [completed]
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • psychologycal

> Nyxara Elaris Dusk bukan gadis biasa. Dia adalah sunyi yang tak pernah dimengerti, luka yang tak pernah diobati, dan tangisan yang tak pernah didengar. Di rumah, dia hanyalah bayangan-dipukul, diabaikan, disalahkan. Di sekolah, dia sasaran empuk ejekan dan kekerasan, dihina bahkan oleh mereka yang dulu menyebutnya sahabat. Tidak ada tempat untuk bernaung. Tidak ada pelukan. Tidak ada suara yang bertanya, "Apa kamu baik-baik saja?" Hidup baginya hanyalah serangkaian hari tanpa warna, tanpa harapan. Sampai pada suatu malam ketika dunia benar-benar membisu, dia berdiri di ujung batas hidupnya. Siap mengakhiri segalanya. Namun seseorang muncul. Seorang pria asing yang menyebut namanya... seolah mengenalnya lebih dalam daripada dirinya sendiri. Siapa dia? Dan mengapa Nyxara tidak bisa mengingatnya? Ini bukan kisah tentang keajaiban. Ini adalah kisah tentang luka, kehancuran, dan seseorang yang mungkin... belum sepenuhnya hancur. > "Nyxara tidak ingin mati. Dia hanya ingin rasa sakitnya berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines