"Oke, aku bantu lunasi semua hutang kamu" tiba-tiba saja seorang Didi hardi bicara sombong seperti orang kaya.
"Uang dari mana kamu ? kaya ada aja uang sebanyak itu" Nura, si wanita terlilit hutang tetap masih angkuh dan sombong.
"Berapa totalnya ?" tanya Didi dengan muka seriusnya.
"150 juta. banyak kan ? udah gak usah ngaco kamu" wanita ini memang tidak pernah mau merasa di bawah dari nada bicaranya.
"Aku lunasi. Tapi aku punya syarat" Didi tampak tenang dan santai walau badan bertato menyeramkan.
"Uang kamu dari mana Di ? emang usaha bengkel kamu itu untungnya besar banget ? sampe-sampe bisa lunasi hutang aku" nada bicara Nura sudah agak merendah karena di melihat keseriusan dari wajah Didi.
"Yang pasti aku bisa lunasin hutang kamu dengan uang halal aku, tapi kamu harus jadi istri aku" Didi berbicara dengan nada tegas dan membuat lawan bicaranya kaget.
Nura dan Didi berteman sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar, usia mereka terpaut berbeda 2 tahun. Didi yang telat masuk sekolah di usia 7 tahun dan Nura yang lebih cepat masuk sekolah di usia 5 tahun.
Mereka berteman dekat dan akrab, bukan hanya mereka berdua. tapi ada 2 orang lagi. Riki dan Lela, dari mereka berempat yang sudah menikah adalah Riki dan Lela dengan pasangan masing-masing.
Didi terjebak dengan cinta monyet dan cinta pertamanya, siapa lagi kalau bukan Nura. ketika SD Didi hanya memendam perasannya, kemudia SMP dia mencoba pendekatan dengan Nura tapi di tolak mentah-mentah oleh Nura.
bagaiman kelanjutan kisah mereka ? akankah cinta Didi bertahan dan tumbuh cinta pada diri Nura ? saksikan selengkapnya hahahah
Todos los derechos reservados