We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rasa yang Tak Pernah Usai

Rasa yang Tak Pernah Usai

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa yang Tak Pernah Usai Oleh Liza Khairil Imtihan Liza, seorang wanita yang hangat, sederhana, dan penuh kasih, jatuh hati pada Deri-lelaki yang dingin, pendiam, dan tak pernah benar-benar menunjukkan apa yang ia rasakan. Meski sikapnya acuh, Liza tak pernah menyerah mencintai dengan cara paling tulus yang ia tahu: diam-diam mendoakan, setia menunggu, dan tetap hadir bahkan saat tak diminta. Hari-hari mereka berjalan di antara jarak emosional yang tak pernah Liza bisa jangkau. Ia menulis puisi dari diamnya Deri, menafsirkan tatapan yang tak pernah menjanjikan apa-apa. Cinta itu menyakitkan, tapi Liza tak pernah ingin berhenti. Ini bukan kisah tentang cinta yang saling, tapi tentang hati yang memilih bertahan meski sendiri. Tentang seorang wanita yang merayakan rasa yang tak pernah sampai-dan mungkin, tak pernah akan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • Red Velvet & Sunrise
  • The Bleeding Lady [completed]
  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • If It's You

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines