Rasa Yang Tak Pernah Dimengerti

Rasa Yang Tak Pernah Dimengerti

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Tak semua yang kita rasakan bisa dimengerti oleh orang lain. Kadang yang kita beri, tak pernah cukup. Yang kita perjuangkan, justru pergi. Dan yang paling menyakitkan, adalah saat kita diminta mengerti... tapi tak pernah dimengerti. Buku ini adalah kumpulan kata-kata yang lahir dari rasa kecewa, luka yang tersembunyi, dan harapan yang perlahan mati. Ditulis dari sudut pandang hati yang pernah terlalu tulus, terlalu sabar, hingga akhirnya lelah. Untuk kamu yang pernah merasa tak dianggap. Untuk kamu yang selalu diminta kuat, tapi tak pernah ditanya "apa kamu baik-baik saja?". Untuk kamu yang memendam rindu, cinta, dan luka dalam diam. Buku ini bukan untuk mengajari melupakan. Tapi untuk menemani, memahami, dan menguatkan. Karena meski rasamu tak dimengerti... Itu bukan berarti rasamu tidak berarti.
All Rights Reserved
#19
tidakdihargai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Maaf' (Revisi)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • LUKA
  • Resital Sunyi (End)
  • Senja Dan Jingga
  • Erlangga

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines