Hujan dan Sebuket Dandelion

Hujan dan Sebuket Dandelion

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hilang
  • TRAUMA
  • RAYGARA (SELESAI)
  • Rannia√
  • Senja Yang Sunyi
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • ALEYA~~
  • Naura & Lukanya
Hilang

"Aku benci kesunyian, yang tak pernah membuatku nyaman dalam keramaian. Tapi sunyi itu telah menjelma menjadi diriku sendiri." -Kyara Reynata "Bahagiamu adalah bahagiaku juga dan lukamu adalah lukaku pula, jadikanlah aku sandaranmu ketika kau membutuhkan tempat untuk menuangkan segala kesedihan. Aku ingin selalu menjadi benteng disaat kau rapuh. Karna kau adalah bagian dari hidupku." -Daniel Liandra Widjaya Semenjak kepergian Ayah nya hidup seorang gadis nyaris mengalami perubahan yg drastis. Belum lagi kedua kakaknya yg sampai saat ini tak bisa menerimanya kembali dan bahkan membencinya. Selama kurun waktu 2 tahun lamanya ia sempat mengalami gangguan psikis akibat trauma yg cukup menggucang kejiwaannya.Bahkan ia sempat dimasukkan di RSJ karna dicap sebagai "pembunuh" Ayahanda mereka oleh kedua kakaknya. Namun sejak seorang lelaki yg sempat menjadi teman kecilnya atau katakanlah devilnya, ia mencoba untuk bangkit dari masa lalu yg kelam itu. Teman yg dulunya menjadi musuh bebuyutannya itu sekarang telah berganti menjadi satu-satunya sahabat yg selalu mendukung dan memberikan suport kepadanya agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini. Akankah hidup gadis itu kembali seperti sediakala atau malah sebaliknya? REMEMBER!! Dilarang keras untuk meniru ataupun mengcopy cerita ini!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines