The Edgli's Legacy: Flame and Dew
15 bab Bersambung Dahulu kala, dunia dikenal sebagai Valhalla, sebuah daratan luas yang utuh, memiliki empat elemen utama dan satu elemen yang menjadi jembatan keempat elemen lainnya. Ribuan tahun lalu, sebuah bencana dahsyat membelah daratan, menciptakan lima benua yang masing-masing dikuasai oleh satu elemen dominan. Dari kelima wilayah tersebut, masing-masing berdiri kerajaan dengan kokoh dan megah.
Di jantung dunia, penguasa elemen tanah, Raja Bhuumi dilanda keputusasaan. Sepuluh tahun pernikahan tak kunjung memberinya pewaris. Dalam keputusasaan, raja menemukan Sumur Permohonan tersembunyi di istana, ia berbisik menginginkan seorang pewaris, sumur itu menjawab. Sebuah janji terpenuhi: Sang Ratu mengandung anak kembar.
Tapi bisikan kedua dari kedalaman sumur itu terlupakan: "Satu jiwa untuk dua nyawa."
Dalam upaya menyelamatkan jiwa ratu, raja mempercayakan penyihir kerajaan untuk mencari Bunga Air Mata Edgli, bunga legendaris yang konon memberi kekuatan dan kehidupan. Bunga itu berhasil didapatkan, dan nyawa ratu terselamatkan. Namun karena raja ingkar dengan janjinya, sebuah ramalan membayangi kelahiran sang bayi kembar:
"Dua darah, elemen yang berseberangan, jika disatukan sebelum waktunya, akan saling mematikan dan menyebabkan kehancuran dunia."
Demi kelangsungan dunia, dengan penuh pertimbangan dan desakan, raja memutuskan untuk memisahkan bayi kembar tersebut. Seorang anak dibesarkan di istana sebagai penerus tahta. Yang lainnya... hilang. Ketika dua kekuatan yang dipisahkan oleh takdir akhirnya bertemu, namun tidak pada waktunya, tidak hanya takhta yang dipertaruhkan, tetapi juga masa depan kelima kerajaan, dan jiwa mereka sendiri. Dua jiwa yang dipaksa berhadapan dengan takdir yang sejak awal dirancang untuk memisahkan mereka... atau saling menghancurkan.
--
Cerita ini merupakan karya yang saya tulis sendiri dan tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau alur, itu semata-mata kebetulan yang tidak disengaja.