Because You Never Really Left

Because You Never Really Left

  • WpView
    MGA BUMASA 51
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Jun 6, 2025
Areetha hanya ingin bertahan. Septian hanya ingin melupakan. Dulu, mereka saling menyembuhkan-lalu saling menyakiti. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di antara luka yang belum pulih dan cinta yang belum mati. Tapi, apakah perasaan itu masih bisa diselamatkan... ...atau justru akan mengulang luka yang sama?
All Rights Reserved
#372
fiksiromance
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Di Balik Bayang Asa
  • Game of Hearts [REVISI]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • My favorite person
  • Kita Sembuh Bareng?
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Masih Sama
  • Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah.
  • BETWEEN
  • Asa | Lengkap ✓

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman