Transmigrasi: Love Punch

Transmigrasi: Love Punch

  • WpView
    Reads 89,614
  • WpVote
    Votes 4,244
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 17, 2025
membaca banyak cerita novel yang bergenre Harem merupakan hobi seorang Naraya,gadis nakal yang memiliki banyak masalah di mana-mana namun dirinya hanya akan membuat masalah pada orang yang lebih dulu membuat masalah dengannya... hingga suatu hari,ia ikut tawuran bersama teman-teman segenk nya namun naas ia malah mati akibat ulah temannya yang tak sengaja melempar batu mengarah ke nayara yang saat itu tengah baku hantam dengan salah satu musuhnya... lalu apa jadinya jiwa Naraya masuk ke raga niraya gadis lemah dan pendiam serta figuran tanpa peran... Xavier"nira sayang Lo milik gue" Mahesa "gue rela kok,Lo mukul gue asal Lo enggak ninggalin gue" Leo "because i love you nira" Arion "sayang terima gue atau gue bakal hamilin Lo" Haikal "mau di hotel atau di rumah gue aja yank" Karel"sayang~mau cium" "dasar para cowok-cowok gila,gue kasih Bogeman juga nih"ancam niraya menunjukkan tinjunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Collide
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • kenzi laska Abraham
  • dimana janji tersebut
  • Love Affair
  • Garusaturn [BL]
  • Transmigrasi Amora L²
  • Because I'm Stupid (End)

Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines