Rendra arganata ( end )

Rendra arganata ( end )

  • WpView
    Leituras 18,755
  • WpVote
    Votos 1,289
  • WpPart
    Capítulos 52
WpMetadataReadConcluída seg, mar 23, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Cotidiano (Slice of Life)
Primeiro Amor
Enemies to Lovers
seorang anak yang di usir dari rumah oleh keluarganya dan mencari kehidupan diluar dengan sendirian, mengandalkan uang dari gajinya yang hanya bisa untuk makan dan sekolah gak lama kemudian keluarganya tiba tiba datang membuat Rendra kaget dan takut sama mereka, karna dulu mereka selalu memberi luka sama Rendra baik luka fisik maupun batin apakah dia kembali ikut sama keluarganya yang jelas jelas dulu membuat dia terluka, dia bahkan sekarang sudah bahagia walaupun kehidupan dia hanya sederhana, kalau dibanding kehidupan dia sekarang lebih mending dia tidak tinggal sama keluarganya yang jelas jelas neraka baginya apakah dia pulang ?? atau memilih tidak pulang ?? SIMAK TERUS GUYS CERITA SELANJUTNYA !!
Todos os Direitos Reservados
#34
debang
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • PAPA MUDA
  • 🖤 : "Anak yang Tak Dianggap"
  • Anak Tak Di Anggap
  • DEVINO || END
  • Because I'm Santri [End]
  • Ztwins (END)
  • Tak Dianggap ADA [END]
  • Zayyan Athaallah [End]
  • Sudut Luka Atharrazka (End)

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo