We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
rumah yang pernah ramai

rumah yang pernah ramai

  • WpView
    Reads 933
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
WpInfo
Fanfic
BOYNEXTDOOR
Di rumah yang dulu penuh tawa, kini hanya ada hening. Meja makan panjang itu kosong, kecuali satu piring dan satu kursi yang masih terisi. Lima kursi lain seolah menunggu, tapi tak pernah diisi. Mereka sibuk dengan hidup masing-masing, terluka oleh peristiwa yang belum sembuh. Dan di kursi paling ujung, Afiq duduk sendiri, menatap gelas kosong di hadapannya. Ia tahu, dia harus menyatukan mereka kembali. Tapi bagaimana jika yang terluka terlalu dalam?
All Rights Reserved
#57
myungjae
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Angkasa dan Cerita
  • Cari!
  • Maybe We Need Time
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Derena
  • TIME LIMIT
  • Alghavi (S2) : After the trauma
  • Brotherhood Unlimited  (SanHakWe)
  • Forever just a dream (𝙊𝙣 𝙂𝙤𝙞𝙣𝙜)

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines