rumah yang pernah ramai

rumah yang pernah ramai

  • WpView
    Reads 949
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
WpInfo
Fanfic
BOYNEXTDOOR
Di rumah yang dulu penuh tawa, kini hanya ada hening. Meja makan panjang itu kosong, kecuali satu piring dan satu kursi yang masih terisi. Lima kursi lain seolah menunggu, tapi tak pernah diisi. Mereka sibuk dengan hidup masing-masing, terluka oleh peristiwa yang belum sembuh. Dan di kursi paling ujung, Afiq duduk sendiri, menatap gelas kosong di hadapannya. Ia tahu, dia harus menyatukan mereka kembali. Tapi bagaimana jika yang terluka terlalu dalam?
All Rights Reserved
#263
riwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • henan dan luka
  • TIME LIMIT
  • Brotherhood Unlimited  (SanHakWe)
  • OBLIVION
  • FAMILY || BoyNextDoor
  • Derena
  • 6≠1 -  Enam Luka Satu Mata | Boynextdoor ( Gongfourz, Myungnyangz, Dubuz )
  • Alghavi (S2) : After the trauma
  • SADAJIWA

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines