Perayaan Terakhir

Perayaan Terakhir

  • WpView
    LETTURE 23
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mag 28, 2025
WpInfo
Narrativa
Mistero
Ayu Sasiprawesti Sudyantoro, mengubah acara pertunangannya menjadi sebuah malam berdarah. Jelas, ini adalah sebuah pembalasan dendam. Setelah malam itu, sang putri bangsawan menghilang tanpa jejak. Meninggalkan bara api yang masih terus terasa panas.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Bawa Aku Pulang
  • Ground Zero (END)
  • Pesona mawar Biru ( istri ) yang tersembunyi
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Anggrek api dan Mata ketiga
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • TITISAN BALAS DENDAM
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • I'm Not Villain (END)
  • THE RAIN OF REVENGE

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti