Mr. & Mrs Albrecht

Mr. & Mrs Albrecht

  • WpView
    Reads 22,381
  • WpVote
    Votes 385
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 24, 2025
Arga baru saja melangkah keluar kamar, ponsel yang sempat tertinggal kini sudah di tangan. Namun begitu ia membuka pintu, langkahnya terhenti. Sosok itu sudah berdiri di ambang pintu-dengan senyum licin yang terselip di sudut bibir merah basahnya. "Mas, sebentar..." ucapnya lirih, lalu tanpa ragu memutar kunci pintu hingga terdengar bunyi klik yang terasa nyaring di tengah keheningan. Ia lalu berbalik, perlahan, seperti sengaja mempermainkan waktu. Tatapannya menusuk tajam, lembut tapi memabukkan. Langkahnya mendekat, tumit sepatu kecilnya menjejak lantai dengan bunyi halus yang menggema di kepala Arga lebih dari yang seharusnya. Ia mendekat... dan terus mendekat-hingga napasnya menghangat di kulit wajah Arga. Saat jarak hanya tersisa desah, ia berjinjit lalu melingkarkan tangannya ke leher Arga. Tubuh mereka kini bersatu tanpa celah, dan hidung mereka bersentuhan. Arga yang refleks merangkul pinggang ramping itu tahu, ini adalah awal dari sebuah ujian yang tak diajarkan di kitab-kitab kuning pesantren. "Aku lagi pengen, Mas. Sekarang," bisiknya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat darah Arga mendidih pelan. Bibir itu mencium bibirnya-hangat, basah, berani. Bukan ciuman biasa. Ciuman perempuan yang tahu pasti bagaimana caranya merobohkan benteng pertahanan laki-laki yang selama ini berdiri dalam istighfar. Arga sempat hanyut, meski sesaat. Tapi nurani santrinya masih hidup. Ia menarik diri perlahan, menyisakan napas yang masih beradu, dan dekapan yang belum ingin dilepas. "Jangan di sini... rumah Ayah, nanti mereka nunggu kita kelamaan," bisiknya, berusaha terdengar tenang padahal dadanya bergemuruh. "Mereka pasti ngerti. Kita suami istri, kan?" bisiknya menggoda. "Sekali aja, Mas... aku udah nahan dari tadi. Aku pengen kamu. Banget." Arga menunduk. Nafasnya dalam. Istighfar meluncur di batin, cepat dan berulang. Tapi yang satu ini bukan setan-ini godaan yang berwujud indah, harum, dan nyata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Agresif Wife
  • Kutukan Cinta; Turn On (TAMAT)
  • Their Marriage Agreement (The Wedlock Series #3)
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Midnight Love
  • Crazy, But She's Mine(21+)
  • Suck It and See (Complete)
  • Unpredictable Love

"Mas. Kita ini masih pengantin baru, loh. Biasanya masih anget-angetnya si suami pengen ngecas ke istrinya. Ayo ke kamar!" Wanita cantik dengan body aduhai itu mulai menarik paksa tangan suaminya. "Saya sibuk dengan kerjaan. Lebih baik kamu tidur saja. Tidak baik perempuan bergadang!" tolak sang suami membuat si wanita langsung uring-uringan. Wanita yang baru melepas segel kegadisan tepatnya dua bulan yang lalu itu pun mulai mengepalkan tangannya. Tak menyangka ada modelan lelaki yang betah sekali menahan godaan. Sebulan hanya memberi nafkah batin tiga kali. Ini yang kerap kali membuat si istri uring-uringan dan mulai overthinking. Apa dia memang tak cantik? Apa dia tak menarik di mata suaminya? Apa jangan-jangan, suaminya punya simpanan di luar sana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines