Amalia adalah remaja perempuan dari sebuah desa kecil di pinggiran Blitar. Ia tak dilahirkan dengan hak istimewa-tidak juga dengan jaminan untuk bermimpi besar. Di tengah cibiran bahwa perempuan miskin tak pantas berkuliah, ia memilih untuk tetap percaya bahwa pendidikan bisa mengangkat derajat manusia. Ia tumbuh dengan segala yang serba terbatas: terkadang menjadi buruh harian, terkadang menjadi pembelajar yang haus ilmu. Di penghujung langkahnya, ia menyadari sesuatu: Kabar buruknya: ia bertumbuh dalam sepi. Kabar baiknya: ia sendiri, namun tetap bertumbuh. Dan kini, ia berdiri di ambang pintu mimpi yang diam-diam telah Tuhan siapkan sejak lama.
More details