Leave to return

Leave to return

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 2, 2025
Ya,mungkin ini kisah romansa, setidak nya itu yang askara violin harapkan. berpetualang dalam mimpi usai mendengar kabar Dion Mahendra sedang melawan masa kritis di rumah sakit pasca kecelakaan lalu lintas,dan membutuhkan donor darah dalam jumlah besar. donor darah ini justru mengantarkan petualangan besar untuk vio, di temani oleh Arsena Yudha dharma. di mulai dari rasa tidak percaya,putus asa dan kesedihan mendalam, justru menjadi awal sesuatu yang mungkin lebih baik atau mungkin lebih buruk di masa depan. "rasa sayang,cinta,marah,sedih,kecewa,bahagia,dan lain nya itu bikin kita belajar. orang yang tadi nya ngerasa gak sayang jadi sayang, yang tadi nya gak cinta jadi cinta, yang gak marah jadi marah, gak sedih jadi sedih, begitu terus sesuai alur nya. selagi masih hidup,gaada yang gak mungkin di dunia ini kalo yang di atas udah berkehendak. itu yang selalu bikin aku percaya,kalo kamu bisa balik lagi,di saat semua orang berpikir kamu udah pergi."
All Rights Reserved
#929
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Good Doctor
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • i love komandan S1-♡
  • Gay Back To Normal
  • Clarisa Yunita ( End )
  • • KECEWA ~
  • VIOLAND [TERBIT]
  • I Wanna Die Soon (Beginning)✔️

Lara dan emosi telah terkubur dalam. Meninggalkan kenyataan akan kedudukan, keluarga dan kenangan. Dia telah melihat bagaimana kehidupan dulu, meski sementara lalu kembali terhapus setelah bangun kembali. "Setidaknya aku akan berusaha bahagia lagi. Meski mungkin sulit." Bibirnya tersungging meski tak mendapatkan emosi dari ingatan terdahulu. "Terimakasih Dion dan Arsena. Kapal layar telah sampai di tujuan, kini giliran kapalku yang berlayar di semesta luas ini." Dipandangnya kedua sosok itu lalu membungkuk memberikan salam terakhir. ... Terbangun dari sisa mimpi, hanya nama samar Arsena yang masih lekat. Ia sedikit takut lupa. Hari masih gelap, jika kembali tidur mungkin akan benar-benar lupa sisa mimpi ini. "Huahh, alat tulis. Mesti harus ada bekas mimpi." Ujarnya usai menguap lebar. Menengok ke kiri dimana nakas berada, namun tak satupun benda untuk menulis berada. Sementara hasrat kembali tidur kian menguasai. Jujur saja bagi buta ini amat dingin hawanya, sehingga ia menyerah terhadap kantuk. Karya ke tiga nih, semoga menghibur 😁 Vote dan kasih komen pliss.

More details
WpActionLinkContent Guidelines