Story cover for DORM 48! by abcdefloraa_
DORM 48!
  • WpView
    Reads 4,019
  • WpVote
    Votes 462
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 4,019
  • WpVote
    Votes 462
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published May 28, 2025
Malam itu hujan turun lebat, menghantam atap yang seolah menyuarakan peringatan. Petir menyambar langit, sesekali memperlihatkan siluet bangunan tua di balik pepohonan.

Sudah puluhan tahun bangunan yang bernama asrama 48 itu berdiri, menyimpan kenangan namun juga menyimpan misteri. Ada cerita-cerita yang tidak ingin diingat, tentang suara langkah di lorong tengah malam, Tentang pintu kamar yang terbuka sendiri, Dan yang paling misteri adalah salah satu kamar yang selalu kosong-kamar nomor 48.

Tahun demi tahun sudah berlalu, kini asrama itu kembali menerima penghuni baru. Dibalik dinding-dinding berlumut itu, sesuatu sedang menunggu. Kisah misteri yang tidak akan pernah hilang.

Dan ketika lampu padam di malam pertama mereka, hanya satu suara yang terdengar menggema di lorong panjang:

"JANGAN BUKA PINTU ITU..."
All Rights Reserved
Sign up to add DORM 48! to your library and receive updates
or
#74greeseljkt48
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Ecosillia cover
Janji Ya cover
AKU PANTAS cover
One Knock Away 1121 [Greesel] cover
Gadis Populer & bodyguardnya cover
Cerita Aldo cover
Strong Girl cover

Ecosillia

4 parts Complete Mature

Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama, malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring. Pantulan sunyi dari suara yang lirih, nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai. Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan, memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi, terlalu dekat untuk diingkari. Dan waktu pun tak mencatat, sebab di sana, hanya ada gema... dari halusnya keinginan. Sehelai napas ditahan, bukan karena takut, tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi. Jemari menyentuh tak sengaja, atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama. Setiap detik menjadi relung, dan setiap relung adalah jejak dari sesuatu yang tak pernah dituliskan. Di balik pintu itu, tak ada dunia luar. Hanya detak yang disamarkan oleh suara air yang mengalir, dan mata yang tak bisa saling melepas. Rahasia itu, kini tinggal bayang. Tapi bayang pun tak pernah berdusta. Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu, akan merasakan sesuatu... yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dikenang dalam diam yang terlalu manis.