The Dandelion ||On Going||

The Dandelion ||On Going||

  • WpView
    LECTURES 92
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juil. 8, 2025
[ Warning!! 🚫🚫🚫 Dilarang bocik kesini ya, ada kejahatan, kata kasar, dan hal dewasa lainnya disini. Mohon kerja samanya. ] || Hei pren, Zay kembali membawakan cerita menarik. "Gue capek benci sama orang yang gue aja nggak bisa balas dendam atas perbuatan mereka ke gue." ~~ D.F.L. 🎃🎃🎃 Cahaya rembulan sedikit demi sedikit memasuki sebuah ruangan kecil yang terlihat temaram. Bau amis dan bangkai menusuk indra penciuman, hawa dingin menyelimuti ruangan itu. Gelap... Hampir saja orang yang berada didalam ruang itu berharap jika dirinya memang buta. Namun sepertinya keinginan itu kandas saat lampu ruangan itu menyala. Dipadukan dengan suara pintu yang dibuka. "Gimana kabar lo... Jalang?!" Suara Tanisa menggema. Tidak ada sahutan dari si empu, Dia Dandelion Fauzia Levina. "Enakkan hukumannya? mau ditambah nggak? Makanya nggak usah ngelawan jadi jalang. Hahaha tapi nggak papa deh, gue jadi bisa mainin tubuh lo ini." Masih diam... "Ahh iya, gue punya kerjaan buat lo. Kayanya kali ini bakal lebih seru. Mau nggak? Bonusnya sih lo pasti bakal seneng." ucap Tanisa sembari menyayat paha Auzi yang terekspos. "Jadi Jalang nya club." Deg... "Lo mau kan? Secara lo cuma budak gue disini, jadi lebih baik lo ikuti perintah gue sebelum foto telanjang lo itu gue sebar, sekalian biar atm gue nambah." ucap Tanisa menyeringai. Setelah puas memberikan sayatan pada setiap bagian tubuh Auzi, Tanisa pun keluar dan menghilang dari balik pintu. Tatapan mata Auzi menunjukkan kekosongan. Perlahan lahan, sebuah cairan bening kristal menetes tepat di atas luka menganga di pahanya. "AAAKKKHHH, BANGSAT... BRENGSEK... ANJING LO TANISA!! hikss... Kenapa harus gue? KENAPA?! AAKKKHH..." Lalu apakah Auzi akan berusaha kabur dari mereka? Atau hanya pasrah? Apakah ada seorang penolong yang akan datang? ________________ Inilah kisah Si Dandelion. Kalo penasaran tinggal baca. Jangan lupa follow, vote, comment banyak Selamat menik
Tous Droits Réservés
#336
siksaan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • BROKEN HEART [END]
  • Amor Eterno
  • Archibald: The Star, The Fire & The Shadow
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Psychopat [SELESAI]
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu