You Should've Warned Me, Perth.

You Should've Warned Me, Perth.

  • WpView
    Reads 803
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 28, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Santa tahu dia harusnya pergi dari Perth sejak awal. Cowok itu nggak pernah janji apa-apa, nggak pernah bilang cinta, bahkan nggak pernah benar-benar ngelakuin hal yang bikin Santa yakin. Tapi Santa tetep balik. Balik ke pelukan yang nggak hangat, balik ke tatapan yang kosong, balik ke cowok yang bilang: > "Lo cuma pelarian." Santa tahu. Tapi gimana caranya berhenti kalau setiap kali dia mau cabut, Perth malah narik dia lagi? Cinta? Enggak. Punya status? Enggak. Tapi nyiksa? IYA. Dan tetep aja, Santa stay.
All Rights Reserved
#113
perthsanta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red Thread |PerthSanta| [END]
  • my bad boy (perthsanta)
  • Sotus (Setelah Kongbop Pulang Study) _END_
  • ~Love Curse~ [perthsanta]
  • Cinta Lama Bersemi Kembali : The End
  • Darkness and Sunshine
  • Enchanted Love : You Are My Light
  • More Than Words PerthSanta (End)

Santa, seorang Omega Dominan yang lemah lembut namun tangguh, terikat dalam pernikahan yang tak pernah ia impikan. Bukan karena cinta, bukan karena takdir, tapi karena balas budi dan rasa hormat kepada Khoutung dan First dua sosok yang menyelamatkan hidupnya pasca kehilangan orang tuanya. Kini, ia menjadi pasangan dari Perth, seorang Alpha Dominan yang dingin dan keras kepala. Perth tidak pernah menyembunyikan kebenciannya. Baginya, Santa adalah pengganggu. Orang asing yang tiba-tiba hadir dan menghancurkan rencana hidupnya terutama mimpinya untuk hidup bersama kekasih yang ia cintai. Setiap hari, Santa berjuang menahan luka dari tatapan dingin dan kata-kata tajam Perth. Ia tahu, cinta tak akan pernah tumbuh dari pihak Perth. Tapi Santa bertahan karena hutang hati, karena keluarga, dan karena ia tak punya tempat lain untuk pulang. Meski hatinya hancur perlahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines