Story cover for Mesin Penghapus Kenangan by AbimSastrawan
Mesin Penghapus Kenangan
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 29
Mature
Di dunia yang terobsesi dengan kesempurnaan, Arka, seorang desainer grafis pemalu, memutuskan menggunakan Mesin Mnemosyne-R untuk menghapus kenangan memalukan yang menghantuinya. Namun, setelah prosedur, dia menyadari bahwa kenangan yang hilang bukan hanya rasa malunya-tapi juga potongan-potongan penting dari identitas dan hubungannya.

Terjebak dalam kekosongan ingatan, Arka berjuang untuk memahami siapa dirinya tanpa masa lalunya. Dia belajar bahwa kenangan-baik yang indah maupun memalukan-adalah benang yang membentuk jati dirinya. Akankah dia menemukan cara untuk hidup dengan kekurangannya, atau justru menemukan kekuatan baru dalam ketidaksempurnaan?
All Rights Reserved
Sign up to add Mesin Penghapus Kenangan to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Refleksi  cover
When an Antagonist becomes Heroine cover
Menyusuri Retakan Dunia cover
Shadows of the Novel cover
Araleya: Titik Temu Semesta cover
Senandika : Titik Temu cover
Berbahagialah Dengan Rumah Barumu cover
Dek Istri 21+ cover
Transmigrasi Ke Pelukan CEO Dingin cover

Refleksi

11 parts Complete

Apa itu cinta? Cinta bisa berarti banyak hal. cinta kepada keluarga, kepada sahabat, kepada seseorang yang berharga, dan lain sebagainya. Namun, bagaimana jika cinta itu muncul bukan karena seseorang, melainkan karena diri sendiri? Atau lebih tepatnya... karena membenci diri sendiri? Azrel terjebak dalam perasaan yang tak bisa ia jelaskan. Ia melihat sesuatu dalam diri Elki sesuatu yang familiar, sesuatu yang ia inginkan, sesuatu yang ia harapkan. Tapi semakin dalam ia mencari jawaban, semakin nyata kebenaran yang tak ingin ia hadapi. Lalu, jika cinta hanyalah refleksi... apakah ia benar-benar nyata? Refleksi mengisahkan perjalanan batin seorang remaja, Azrel, yang bersekolah di sebuah asrama. Azrel, yang terlihat tenang dan introvert, mulai terjebak dalam konflik emosional dan pikiran yang tak terpecahkan setelah berinteraksi lebih dekat dengan temannya, seorang anak yang ceria dan penuh energi. Seiring berjalannya waktu, Azrel menyadari bahwa dirinya terperangkap dalam ilusi yang dia ciptakan, yaitu menganggap dirinya mencintainya, padahal yang dia rasakan hanyalah cermin dari dirinya sendiri. Novel ini berfokus pada pencarian jati diri, konflik batin, dan pencapaian kesadaran diri yang mendalam, mengungkap bagaimana harapan dan kenyataan bisa saling bertabrakan dalam kehidupan seorang remaja.