Langitku kau, kak

Langitku kau, kak

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
WpInfo
Poetry
Bagi Keyshia yang baru berusia tujuh tahun, dunia hanyalah kakaknya, Nadya. Sejak Ibu pergi dan Ayah tak lagi pulang sepenuhnya, Keyshia belajar membaca dunia lewat tatapan mata Nadya-mata yang hangat tapi diam-diam menyimpan langit mendung yang tak pernah reda. Nadya adalah segalanya. Ibu, teman, pelindung, bahkan langit untuknya. Tapi Keyshia tahu... kakaknya mulai berubah. Sering batuk di malam hari. Sering menatap kosong jendela. Sering tersenyum paksa sambil berkata, "Kakak nggak apa-apa, Bulan Kecilku." Saat langit di mata Nadya mulai redup, Keyshia hanya bisa menulis surat-surat kecil yang disembunyikannya di bawah bantal kakaknya-surat yang tak pernah dibaca, tapi selalu ditulis dengan harapan: agar Nadya tahu, ia dicintai. Ini bukan sekadar kisah dua kakak-beradik. Ini adalah kisah tentang cinta yang tak diucapkan, pelukan yang tak pernah sampai, dan harapan kecil dari seorang adik... yang hanya ingin kakaknya tetap tinggal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • The Line
  • Dua Benih Dandelion
  • LAMP OF MY LIFE
  • Spring House
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Angkasa dan Cerita
  • BHS
  • PAPA UNTUK RHEA: Ethereal Legacy

Prolog Hidup tak selalu memberi pilihan. Kadang, jalan yang kita pilih bukanlah yang kita inginkan, tetapi itu adalah satu-satunya jalan yang tersisa. Seperti halnya Jennie, seorang wanita muda yang terjebak dalam keputusasaan. Hatinya hancur ketika ia tahu bahwa masa depan yang ia impikan bersama lelaki yang ia cintai, Taehyung, kini harus pupus begitu saja. Keputusan Taehyung untuk meninggalkannya saat ia paling membutuhkannya, meninggalkan luka yang tak pernah bisa sembuh. Namun, hidup tidak berhenti di sana. Jennie, meski patah hati, tidak menyerah. Ia melahirkan seorang anak lelaki yang ia beri nama Yeonjun, sebuah nama yang menjadi tanda cinta dan pengorbanannya. Tanpa ayah, tanpa dukungan, hanya ada mereka berdua di dunia ini. Setiap tetes air mata Jennie adalah janji untuk memberikan yang terbaik bagi Yeonjun, meski jalan yang mereka tempuh sangat sulit. Yeonjun, sang buah hati yang sejak lahir hanya mengenal kasih sayang ibunya. Ia tumbuh menjadi anak yang kuat meski hidup di tengah kemiskinan. Tidak pernah sekali pun ia mengeluh tentang kekurangan yang mereka hadapi. Bahkan, sering kali ia tersenyum untuk menenangkan hati ibunya yang lelah, padahal hatinya sendiri sedang terluka, ingin memiliki seorang ayah. Namun, seperti takdir yang tak bisa ditolak, empat tahun berlalu. Jennie dan Yeonjun kini tinggal di dunia yang lebih keras dari sebelumnya. dan meskipun begitu, Yeonjun terus berjuang untuk menyenangkan hati ibunya yang selalu ia cintai lebih dari apapun. suatu ketika Taehyung kembali, tapi bukan untuk memeluk mereka, melainkan untuk melihat betapa kerasnya hidup yang harus dijalani Jennie dan Yeonjun. Betapa kesalahan dan penyesalan membelenggunya, namun semuanya terlambat. Apakah Jennie akan memaafkannya? Apakah Yeonjun akan menerima kenyataan bahwa ayahnya tidak pernah hadir untuknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines