batas langkah terakhir

batas langkah terakhir

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 17, 2026
Tentang dua remaja yang dibalut oleh luka keluarga. Dipaksa berakhir pdahal masih sama-sama ingin berjuang. mereka bukan pasangan yang romantis. Mereka hanya pasangan sederhana yang berusaha untuk saling melengkapi dan merawat luka mereka bersama. Terhalang restu yang membuat kara ragu, namun Alvino selalu meyakinkan bahwa mereka pasti bisa melewati masa sulit itu. Tetapi, siapa sangka? Kisah percintaan mereka akan semakin rumit dengan rencana keluarga Alvino, perjodohan yang tidak pernah kedua belah pihak duga. Bahkan Alvino sendiri. Disaat kara ingin berubah, Alvino mulai merusak semuanya. Apakah yang akan terjadi? Apa mereka akan terus bertahan atau malah berakhir saling melepaskan?
All Rights Reserved
#51
sadboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • I love You Om (END)
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • RAPUH
  • "Hidup di Tengah Kehancuran"
  • RAPUH!
  • YANA&GALANG [Tamat]

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines