Jejak di Antara Bayang

Jejak di Antara Bayang

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Ia tidak pernah benar-benar pergi. Hanya berubah bentuk menjadi bayangan yang diam-diam mengikutiku dalam setiap langkah. Di antara suara angin dan sunyi malam, namanya kadang muncul sebagai bisikan yang hanya aku dengar. Wajahnya samar di balik kenangan yang sudah kusobek-sobek, tapi matanya masih menatapku dalam mimpi yang tak selesai. Masa lalu itu tak mati-ia hidup sebagai bayangan, mengendap dalam ruang yang tak pernah kututup rapat."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eternal Bond
  • "Jejak dalam Sunyi"
  • Jejak yang Tak Pernah Hilang
  • LANGIT DI BALIK JENDELA
  • Cinta Berbalut Puisi
  • AGRAN
  • di akhir perang
  • Langkah (By Auzizahirah)

"Jika dunia melupakan kita... apakah kau masih akan mengingat?" "Biarpun seiring waktu hancur dan semesta mulai berubah, akan tetap mencarimu, bahkan jika yang tersisa dariku hanyalah bayangan tanpa nama." "Dan jika aku mati sebelum bertemu lagi?" "Maka biarkan rohku menjelajah setiap waktu... sampai takdir menebus janji kita." Mereka pernah bersumpah di ujung kehancuran, di tengah hujan darah dan nyala api, bahwa jika dunia memisahkan mereka, maka mereka akan memaksa takdir untuk bersatu kembali. Sekarang, di antara ruang dan waktu yang telah terbelah, dua jiwa itu masih mencari. Tak saling mengenal, tapi saling merasa. Dan saat tali merah kembali tertarik oleh nasib, dunia harus memilih. Dua jiwa atau kehancuran berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines