We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
story nuthong

story nuthong

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 30, 2025
WpInfo
Non-Fiction
cinta bukan tentang tak pernah takut, tp tentang memilih tetap bertahan meski takut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ♡ Mengembalikan Dirimu yang Dulu ♥︎
  • Dangerous omega.
  • About Last Night (KuroTsuki Haikyuu Fanfic)
  • 𝐈𝐭'𝐬 𝐇𝐮𝐫𝐭.. || 𝐊𝐮𝐫𝐨𝐊𝐞𝐧 ✓
  • KokoNui Corner
  • Ignited by You (TodoBaku Oneshot)
  • Cemara [Complete]
  • You're Only Mine [Oiiwa]
  • HQ//KageHina
  •  ALÉATOIRE [MLBB BL| one-shot]

"Kamu Tidak Ingat Aku" --- > Ruang keluarga sore itu sunyi. Hanya suara jarum jam yang terdengar, berdetak lambat seperti detak jantung yang menahan sesuatu-entah kecewa, atau rindu. Dia duduk di ujung sofa panjang, menatap keluar jendela. Sinar matahari sore menyentuh pipinya, tapi tak ada hangat yang terpantul dari sorot matanya. Tatapannya kosong. Bahkan dunia di luar jendela pun seolah tak menarik perhatiannya. Aku berdiri tak jauh darinya, tapi dia bahkan tidak menoleh. Mungkin memang sudah tidak mengenal aku lagi. Atau mungkin... dia bahkan tak ingin mengenal. Dulu, dia adalah seseorang yang paling sulit diam. Senyumnya bisa menghapus lelah. Tertawanya... dulu, adalah musik paling jujur yang pernah aku dengar. Tapi hari ini... dia seperti kanvas kosong. Tak ada warna. Tak ada bekas dirinya yang dulu. "Hei..." suaraku pelan, nyaris seperti doa. "Kamu masih ingat aku?" Dia menoleh perlahan. Mata kami bertemu. Tapi tak ada apa-apa di sana-tidak ada pengakuan, tidak ada kehangatan. Hanya tatapan biasa... dari orang asing. "Maaf..." katanya pelan. "Kita pernah kenal, ya?" Napasku tercekat. Kalimat itu menusukku lebih tajam dari apapun. Tidak. Bukan karena dia lupa. Tapi karena aku masih ingat semuanya. Aku ingat saat kita lari di bawah hujan, tanpa payung. Aku ingat saat dia memelukku waktu aku takut gelap. Aku ingat semua... bahkan ketika dia sudah melupakan segalanya. "Nggak apa-apa," jawabku akhirnya. Senyumku tipis, palsu, tapi cukup untuk menutupi gemetar di dadaku. Dalam hati aku berbisik, kalau kamu lupa segalanya... aku akan buat kamu jatuh cinta lagi. Dari awal. Dari nol. Dari aku yang sama. Karena aku nggak butuh kamu yang baru-aku cuma ingin mengembalikan dirimu yang dulu.*yang selalu ceria* ------------------------ by sy

More details
WpActionLinkContent Guidelines