Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, dua orang pria bertemu bukan karena takdir, tapi karena mayat yang tak bisa dijelaskan.
Dr. Juan, seorang ahli forensik ternama, dikenal karena kemampuannya membaca tubuh mati seperti puisi yang rusak. Tenang, penuh logika, dan seperti tanpa emosi, Juan tak pernah gagal mengurai luka, namun tak pernah pula bisa menyembuhkan lukanya sendiri. Ia percaya bahwa mayat tidak pernah berdusta dan tulang belakang adalah saksi paling jujur dari kematian.
Sementara itu, Detektif Derwana Siddarth, penyelidik kriminal dengan reputasi buruk namun insting tajam, baru saja dipindahkan ke unit kasus khusus setelah serangkaian insiden yang membuat atasannya tak bisa lagi menutup mata. Derwana percaya bahwa semua orang berbohong termasuk mereka yang sudah mati.
Kasus ke 99 mempertemukan mereka dia adalah seorang korban tanpa identitas, ditemukan dengan vertebra asing di dalam tubuhnya. Seolah seseorang telah menukar tulang belakang korban, dan dengan itu menukar seluruh cerita hidupnya.
Saat mereka mulai menyelidiki, petunjuk membawa mereka ke arah rumah sakit Agraya Saint, proyek medis rahasia dan eksperimen psikologis yang dulunya tak dianggap nyata. Kebenaran tak lagi hanya soal siapa membunuh siapa tapi juga siapa yang masih menjadi diri mereka sebenarnya.