Dalam Diam, Aku Ada

Dalam Diam, Aku Ada

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
WpInfo
Poetry
Aku pernah berpikir, mencintai berarti memiliki. Berjuang, lalu digenggam. Tapi ternyata, ada cinta yang tidak tumbuh untuk dipetik. Hanya untuk disirami, lalu dibiarkan hidup di tempatnya sendiri. Ini bukan kisah tentang dua orang yang saling memilih. Ini tentang satu hati yang memilih mencintai dalam diam, menunggu dalam sabar, dan pergi tanpa benar-benar hilang. Kau akan membaca kisah yang mungkin tak akan selesai. Tapi bukan karena tak ada akhir, melainkan karena beberapa rasa tak butuh penutup-cukup dikenang dalam tenang.
All Rights Reserved
#484
cintadalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Merengkuh CintaNya Dipersimpangan
  • Tertulis Dalam Doa
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Mahligai Sunyi
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Makna Temu
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Elegi Cinta tak Berlabuh

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines