STAGE 0

STAGE 0

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
Seorang pemuda baru saja terbangun di sebuah ruangan kecil yang bahkan tak terlihat seperti kamar malah menyerupai penjara. Dirinya memakai pakaian berwarna biru tua dengan name tag yang memuat namanya. Ia membuka pintu ruangan dan melihat enam orang lainnya yang juga sama bingungnya. Tujuh orang yang berasal dari panti asuhan yang berbeda-beda. Di sana mereka tak memiliki pilihan selain memainkan permainan agar tidak tereliminasi oleh sistem misterius. Semakin dalam mereka mencari tahu tentang tempat itu, semakin banyak rahasia yang terungkap. Tujuh pemuda yang mencoba mencari jalan keluar dari tempat permainan itu tapi, berbagai masalah terus muncul menghalangi mereka. "Apa kita bisa keluar dari sini?"
All Rights Reserved
#412
rekomendasiwattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Shadow in the Lab
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Fraktal Rahasia

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines