Unspoken love?

Unspoken love?

  • WpView
    Membaca 347
  • WpVote
    Vote 35
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 5, 2026
New Story "Aku hanya butuh kehangatan mu dan aku hanya mau dapat perlindungan mu, apa itu sulit?" "kau itu jahat! kau selalu saja memaksa ku untuk kepentingan mu sendiri!" "kau itu tidak pantas dengan dia, lemah!, aku yang pantas!" "kau seharusnya gausah dipungut anak pembuat sial!" "bisakah kita damai? kita bertiga ini saudara!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Brothers
  • [END] He's Out Of The Script
  • Triangle
  • Tokoh Utama
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • Trial & Error
  • ALSHA
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Naomi Life's Story
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan