KINTSUGI (18+)

KINTSUGI (18+)

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
Senara terjebak toxic relationship dengan Dim--cowok yang sempat jadi sandaran hidup ketika dia rapuh. Awalnya, Senara berpikir, dia memang pantas dihina, dijadikan bahan candaan oleh Dim, bahkan dipaksa melakukan hal-hal intim yang sebenarnya tak ingin dia lakukan. Namun, suatu hari, Tri, seseorang dari masa lalu Senara datang membawa kehangatan kasih yang tulus. Manakah yang akan Senara pilih: bersama Dim yang telah banyak membantunya, atau memilih Tri yang dulu pernah menolak cintanya?
All Rights Reserved
#185
toxicrelationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Romantic Story about Sera
  • Jingga's Life
  • Target Rasa
  • MAKE MY LOVER HAPPY {TAMAT}
  • Rumah Lira
  • Moqeel 'shackled obsession'
  • DIRGA OBSESSION
  • bALIKAn TogEther || HIATUS
  • SORRY... I NEED A LOVE  ( COMPLETED )

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikahi perempuan lain. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, padanya aku terus menaruh rasa curiga. Hal-hal kecil membuatku marah dan tak mampu membendung emosi. Kecemasan-kecemasan itu benar-benar membuatku menderita. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines