HARGA SEBUAH HARAPAN

HARGA SEBUAH HARAPAN

  • WpView
    Leituras 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mai 29, 2025
WpInfo
Não Ficção
Mereka bukan keluarga kaya. Tapi mereka pernah punya cinta, tawa, dan harapan- hingga semuanya mulai tergantikan oleh angka di atas kertas. Ketika hidup terus menekan, mereka berpikir: "Mungkin, uang adalah jawaban." Tapi mereka lupa... Uang bisa membeli roti, bukan kedamaian. Uang bisa bayar listrik, tapi tidak menghidupkan cahaya di hati mereka. Perlahan, yang dulu disebut rumah berubah jadi ladang pertengkaran. Ayah makin jauh. Ibu makin dingin. Anak mereka hanya bisa diam, menyaksikan keluarganya retak oleh hal yang mereka kejar mati-matian. Inilah kisah tentang cinta yang dikalahkan oleh kebutuhan... dan keluarga yang kehilangan arah karena salah memahami arti dari "cukup."
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Langit Kelabu Milik Ara
  • SYAKIRA how are you?
  • Constellations From The Room
  • Menggapai Asa (RE-PUBLISH)
  • ZIA AURISTHELA KANENZA
  • Angkasa dan Cerita
  • Selaksa Kasih✔️
  • yang tinggal cuma luka, yang pulih cuma rumah
  • Garis Tepi Pantai
  • Dalam Dekapan Malam

"Ada anak-anak yang dilahirkan di bawah langit cerah. Ada pula yang tumbuh di balik kelabu, dengan doa yang tak terdengar." Ara kehilangan ayahnya saat usianya baru 2,5 tahun. Ia tak sempat mengingat hangatnya pelukan seorang ayah, dan kasih ibunya pun jarang ia nikmati. Ibunya sibuk, terlalu sibuk bekerja untuk menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Saat usia delapan, ibunya menikah lagi. Tapi kehadiran ayah tiri tak serta-merta mengobati sunyi di hati Ara. Ia tumbuh canggung, asing dengan perhatian yang datang terlambat. Kehidupan membawanya berpindah-pindah-tinggal bersama nenek, berpindah sekolah karena perundungan, lalu hidup seadanya tanpa uang saku, bahkan tanpa makan. Ia dibenci keluarga ibu kandungnya, dimarahi, diusir, dibicarakan. Namun, ia tetap bertahan, hanya karena satu hal: harapan. "Bukan cinta yang menjadikannya kuat, tapi luka yang ia peluk diam-diam." Ara ingin sukses. Ia ingin membalas cinta tulus dari orang-orang yang benar-benar menyayanginya: ibu, ayah tiri, dan nenek kecilnya. Ia ingin mengubah langit kelabu menjadi pelangi, dengan tangannya sendiri.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo