Hatred and Satan's Destiny

Hatred and Satan's Destiny

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dalam dunia di mana kekuatan telekinesis adalah pertahanan manusia terhadap ancaman kosmik, kekuatan itu adalah kekuatan yang diberikan tuhan untuk melawan ancaman kehancuran dunia namun, Nina Ardiningrum terlahir tanpa kemampuan yang dianggap sakral oleh masyarakat. Jakarta tahun 2177 telah berubah menjadi benteng teknologi dengan kubah-kubah pelindung dan sistem neural kolektif, semua untuk melawan Satan-entitas dimensi lain yang muncul dari portal di Samudra Atlantik hampir dua setengah abad lalu. Dikucilkan sebagai bagian dari "Kaum Terbuang" dan dianggap "Terkutuk" oleh para pemuka agama, Nina menjalani hidup di pinggiran masyarakat yang mendewakan kekuatan pikiran. Diskriminasi sistemik menjadi makanan sehari-hari. Obat-obatan eksperimental yang dijanjikan akan membangkitkan kemampuannya tak pernah berhasil?
All Rights Reserved
#9
si-fi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • Princess of Rainbow Element [Repost]
  • Chrono Shutdown
  •  ✅بعد سحب البطاقات، لماذا شارك جميع الأطفال المحظوظين بعد سحب البطاقات؟
  • Crimson Veil
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Analog Love
  • SUMANGKE: THE SCAVENGER

Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines