CHRONOS

CHRONOS

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Fri, May 30, 2025
Pernahkah kau merasa terjebak dalam rutinitas yang menghancurkan? Berusaha keras, bangun pagi, mengikuti aturan-tapi tetap merasa gagal. Cally mengalaminya. Hingga suatu malam, ia bertemu wanita misterius yang menawarkan sesuatu yang tak pernah ia miliki: pemahaman, harapan, dan kebebasan. Namun, saat mentari terbit, Cally menyadari satu hal: harapan itu bukan untuknya. Kisah tentang waktu, tekanan hidup, dan pilihan yang membawa konsekuensi. Karena dalam permainan ini, siapa yang sebenarnya berkuasa-manusia atau takdir? Juara Harapan 2 FLS3N cerpen tingkat kabupaten Tema: Bangun Pagi
All Rights Reserved
#587
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • 07.12
  • Mengenal Diri, Mencari Tujuan
  • Maybe Happy?✔
  • Miracle of Survival [END]
  • The Obsessive Maniac Is Trying To Confine Me
  • Sereina
  • Pagi Di Waktu-Waktu Tertentu [END]
  • KAELVOSS

Fiko hanya ingin bebas. Bebas memilih jalan hidupnya, bebas bermimpi, bebas bernapas tanpa harus terus mengecewakan. Tapi hidup tak pernah memberi ruang padanya. Hari-harinya diisi oleh tuntutan, penolakan, dan suara-suara yang tak memberinya tempat untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, tak ada yang tahu... bahwa di dalam kepalanya, ada dua suara yang terus bertarung: dirinya yang lemah, penuh cinta dan luka, dan satu suara lain yang lebih kelam, lebih tegas-Bayangannya. Bayangan itu bukan musuh, tapi perisai. Satu-satunya yang berdiri saat semua orang membiarkannya jatuh. Dan ketika dunia tetap tak mendengarkan... Fiko memilih pergi-meninggalkan luka yang tak pernah mereka lihat, dan penyesalan yang tak akan pernah sembuh. Ini adalah kisah tentang keheningan yang terlalu bising, cinta yang tidak dipahami, dan suara-suara di dalam kepala yang menjadi satu-satunya saksi penderitaan. Ini adalah kisah seorang anak yang tak pernah dimengerti... sampai akhirnya dia memilih diam yang abadi-menghilang untuk selama lamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines