Empty
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 29, 2025
Terlalu tenggelam pada dasar lautan gelap yang di ciptakan sendiri, nyata nya membuat sebuah perasaan yang dinamakan "mati rasa" itu nyata. Menjalani kehidupan yang katanya "enak ya jadi kmu" namun, semua itu tak lebih dari sebuah drama happy yang berakhiran sad ending. Rupanya benar bahwa kebahagiaan itu memang benar mahal harganya, dan sebuah tangisan merupakan harga yang murah untuk sebuah kehidupan. Sebanyak apapun orang di sekeliling nyatanya tak bisa menepis satu rasa yang memang sudah sejak lama ada disana yaitu "kesendirian." Aku ikhlas akan takdir aku menerima semua yang terjadi pada hidup ini. Tapi, sesekali aku juga melihat ke langit dan mengeluh dalam hati "mengapa jalan nya harus di tempuh sendirian." Setiap manusia memang akan pulang kepada pemiliknya. Namun, diri ini selalu meminta untuk pulang kepadanya dengan cepat. Menerima takdir yang terjadi memang sudah seharusnya, tapi meminta untuk mengakhiri adalah garis finish dari sebuah kelelahan. Katanya badai pasti akan berlalu pada setiap manusia. Tapi kenapa badai yang aku hadapi tidak berlalu malahan semakin bertambah besar badai yang datang. Terlalu tenggelam pada kubangan kelam masa lalu membuat ku lupa bahwa ada sebuah pelangi. Namun, tak pernah terpikirkan untuk naik ke permukaan. Benteng kokoh yang terbangun di dalam diri ini adalah perasaan flat. Perasaan yang tidak akan pernah hancur bahkan di hantam oleh badai sekalipun. Menjalani kehidupan dengan tidak excited lagi benar adanya yang terjadi silahkan terjadi, bukannya sudah biasa? Menikmati alur kehidupan yang terkadang tak berpihak, lalu mengobati luka itu setelah berdarah darah sendirian. Lalu sekarang apa? Mengapa tidak bisa untuk menjalani kehidupan sendirian, bukannya selama ini memang sendiri? Biarpun banyak orang di dekat ini nyata nya tetap merasa sendiri itu lebih dominan terasa.
All Rights Reserved
#397
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • SasuHina - Love Story
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀��𝐍 [✓]
  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines